Headline

Program Cerdas Sultraku Wajib Dianggarkan

Nur Alam: Semua Tunggakan Harus Diselesaikan

KENDARI, RS

Nur Alam

Nur Alam

KENDARI, RS – Pemprov Sultra tidak akan memberi toleransi bagi pemerintah daerah yang tidak menganggarkan pelunasan program Cerdas Sultraku dengan  Universitas Sultan Agung (Unisulla) Semarang. Pasalnya, kini kerjsama tersebut menyimpan utang atau kewajiban hingga Rp 18,5 miliar dari total tunggakan sebesar Rp  39,8 miliar. Namun yang sudah dibayarkan sebesar Rp 21,3 miliar.

Gubernur Sultra Nur Alam memberikan penekanan agar tunggakan pembiayaan dari program kerjasama antar Pemprov Sultra dan pemda kabupaten kota itu, harus diselesaikan secepatnya.

Kepala Bappeda Sultra Nasir Andi Baso mengaku memang dari program yang berjalan sejak 2011 hingga 2014 itu terdapat sedikit masalah. Karena ada kesalahpahaman antara pemerintah kabupaten kota dengan provinsi. Hingga, program pengembangnan sumber daya manusia itu menyisakan tunggakan pembayaran.

Makanya, kata Nasir tidak ada alasan bagi semua pemerintah kabupaten kota yang ikut mengirimkan mahasiswanya dalam program Cerdas Sultraku untuk tidak menganggarkan didalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2015 ini.

“Harus dianggarkan di APBD perubahan ini, tidak bisa tidak dianggarkan karena itu wajib. Karena kita sudah kasi sekolah anak-anak kok. Itu kan untuk pengembangan SDM, makanya pemda harus perhatiakan,” tegas Nasir.

Hanya saja, penyelesaian tunggakan program kerjasama yang digagas Gubernur Sultra sejak 2011 itu akan diselesaikan secara bertahap. Karena, berdasarkan tunggakan yang ada untuk kabupaten kota memiliki besaran yang berbeda-beda.

“Makanya akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan APBD dan kesanggupan pemdanya,” katanya.

Tetapi, aku Nasir Pemprov Sultra bersama semua kabupaten kota telah bersepakat untuk segera melunasi tunggakan yang besarnya Rp 18,5 miliar itu dengan menganggarkan melalui APBD perubahan masing-masing daerah. Karena memang, tunggakan dari masing-masing daerah berbeda-beda, tergantung dari jumlah mahasiswa yang ikut program tersebut.

“Jadi sudah terbangun kesepakatan kita dan semua kabupaten kota. Dan Alhamdulillah sudah ada kesepakan untuk pelunasannya. Kita harapkan semua pemda bisa menganggarkan diperubahan anggaran ini,” harapnya.

Karena, jika tidak dianggarkan masih kata Nasir sangat disayangkan. Selain ada peluang mahasiswa dari pemda yang tidak melunasi akan dipulangkan, juga dapat merusak citra pemerintah daerah itu sendiri.

Sebelumnya, Nur Alam mengancam, jika kewajiban tersebut tidak dianggarkan pemerintah kabupaten kota pada APBD perubahan 2015, maka siap-siap saja, APBDP setiap kabupaten kota tidak akan dapat digunakan. Karena tidak mendapatkan persetujuan dari Pemprov Sultra.

“BPKAD tolong catat baik-baik janji mereka. Siapa yang tidak menganggarkan kewajiban ini dalam APBDP ini, maka jangan diberikan persetujuan draf verifikasi APBDP nya. Mereka harus melampirkan slip trasnver terkait kewajiban yang harus dilunasi. tapi harus dikroscek juga pada pihak Unisullanya,” tagas peraih Bintang Maha Putra itu

Selain itu, Nur Alam akan melayang kan surat peringatan kepada kabupaten kota wajib menganggarkan pada APBDP setiap daerah untuk melunasi kewajiban kepada Unisulla.

DIketahui, ada dua kabupaten yang belum sama sekali melakukan transver biaya pendidikan ke Unisulla yakni Kabupaten Muna sebesar Rp 2,15 miliar, dan Wakatobi Rp 1,17 miliar. Sementara Kota Kendari memiliki tunggakan sebesar Rp 4,17 miliar. Sedangkan provinsi sendiri 4,5 miliar, namun uangnya telah disiapkan.

Sementara jumlah mahasiswa yang masih sementara proses kuliah masih ada sekitar 1086 orang dan yang sudah wisuda sebanyak 468 orang. Dan total mahasiswa dari program tersebut sejak 2011 hingga 2014 sebanyak 1574 mahasiswa. (rs)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top