Headline

Sultra Belum Diitervensi Paham Radikal dan Teror

 Pertemuan para tokoh masyarakat, agama, pemerintah serta pemuda dan pelajar dalam upaya penangkalan gerakan radikalisme dan teror di Sultra, kemarin.


Pertemuan para tokoh masyarakat, agama, pemerintah serta pemuda dan pelajar dalam upaya penangkalan gerakan radikalisme dan teror di Sultra, kemarin.

KENDARI – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia (RI) dan Forum Komunikasi Pencegahan Teroris (FKPT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berkomitmen untuk terus melahirkan perdamaian dalam kehidupan masyarakat di Sultra dengan meminimalisasi gerakan paham-paham radikalisme yang menyimpang dan berselisih paham terhadap idoelogi nagara serta tindakan terorisme.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah terus melakukan koordinasi kepada pemerintah dan sosialisasi kepada masyarakat terhadap bahaya dari terorisme yang mengancam keselamatan bangsa.

Saat menggelar pertemuan Pelibatan Para Tokoh di Sulawesi Tenggara dalam Pencegahan Paham Kekerasan dan Terorisme, di Hotel Athaya Kendari, Minggu (2/8), Kasubdit Kewaspadaan BNPT RI, Hj Andi Intan Dulung, sangat berterimakasih dengan peran aktif yang dilakukan oleh FKPT Sultra.

Diakuinya, untuk penangkalan radikalisme dan terorisme tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Akan tetapi peran-peran semua elemen dalam mayarakat harus dilibatkan agar masyarakat tidak terbawa hasut di luar ideologi bangsa.

“Ini pertemuan dengan agenda yang sangat luar biasa. Di sini kita bertemu semua. Pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga pemuda dan pelajar,” ungkapnya.

Ketua FKPT Sultra, H Ryha Madi mrengatakan, yang menjadi salah satu alasan pertemuan tersebut adalah ketidakinginan melihat Sultra yang merupakan bagian dari NKRI dilanda konflik sosial serta besarnya keinginan untuk terus menjaga kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat di Sultra.

Selain itu, kegiatan tersebut merupakan silaturahmi antarsesama dalam perbedaan ideologi keagamaan yang masing-masing memiliki tujuan perdamaian. Karena menurutnya, salah satu jalan menuju perdamaian adalah ketika kita bisa menghargai orang lain dan pendapatnya.

“Sepanjang tahun, sejak terbentuk tahun 2012 lalu kami selalu berkomitmen untuk menangkal paham-paham yang akan mengancam keselamatan bangsa khususnya di Sultra. Misalnya, pembinaan pemuda dan pertemuan rutin membahas gejala terorisme yang berkembang,” ungkapnya.

Petemuan yang dihadiri oleh lebih dari 200 warga Sultra tersebut, mendapatkan apresiasi dari Gubernur Sultra, melalui Yusuf Mandu yang merupakan Kepala Badan Kesbangpol Sultra, saat membuka acara.

Dia mengatakan, di tengah konflik global yang saat ini tengah menjajah berbagai belahan dunia dan beberapa indikasi kecil di beberapa daerah di Indonesia, Sultra dapat memberikan contoh pola hidup sosial yang baik.

Ketua Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Sultra, Brigjen TNI Andi Sumangerukka, saat menghadiri pertemuan juga mengakui, jika hasil dari konsolidasi semua pihak yang ada di Sultra, menjadikan Sultra berada jauh dari intervensi kelompok radikalisme dan terorisme sehingga dalam pantaun Binda belum ditemukan kelompok-kelompok yang di luar paham nasionalisme atau gerakan separatis yang mengancam keselamatan warga lainnya. (rs)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top