Headline

Asrun: Ada Oknum di Balik Penolakan Raperda Dolken

Penggunaan kayu dolken dalam membangun di Kota Kendari cukup banyak. Sehingga, diusulkan larangan penggunaan kayu tersebut, namun Raperdanya ditolak DPRD

Penggunaan kayu dolken dalam membangun di Kota Kendari cukup banyak. Sehingga, diusulkan larangan penggunaan kayu tersebut, namun Raperdanya ditolak DPRD

KENDARI – Sebanyak tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, pada bulan lalu.

Tiga di ataranya telah mendapat kesepakatan, satu Raperda ditolak dan lainnya tidak dilakukan pembahasan serta telah dikembalikan pada Pemkot Kendari.

Salah satu Raperda yang ditolak oleh DPRD adalah Raperda tentang larangan penggunaan kayu dolken dalam pembangunan gedung.

Menanggapi hal tersebut Wali Kota Kendari, Dr Ir Asrun MEng SC, mengecam keras dan menduga ada oknum tertentu yang terlibat. Pasalnya, Raperda pemberhentian penggunaan dolken merupakan langkah paling efekktif untuk menyelamatkan lingkungan.

“Ya, bisa saja. Ada oknum di balik penolakan itu,” ungkapnya.

Asrun juga sangat menyesalkan dengan ditolaknya Raperda tersebut. Wilayah Kota Kendari yang sangat sempit dan padat penduduk harus ditata dengan baik dan lingkungan yang seimbang sehingga harus diperhatikan antara pembangunan dan lingkungan sekitar.

Selain itu, katanya, jika dolken yang perdagangkan pada saat ini berasal dari luar Kota Kendari dan wilayahnya berada di daratan Kendari juga tetap beresiko pada lingkungan. Hal tersebut dilihat dari letak geografis Kota Kendari yang merupakan hilir sungai.

Menurut dia, jika hutan yang berada pada hulu sungai telah habis, maka sangat besar kemungkinan banjir kiriman dari wilayah hulu akan mengancam keselamatan warga Kota Kendari.

“Kalau kita biarkan, maka hutan kita yang menjadi sasaran. Kalau hutan kita habis maka kemungkinan banjir tidak bisa dihindarkan,” ungkap ahli tata kota, dengan program cerdas dalam pembangunan tersebut.

Dia menjelaskan, dalam Raperda juga telah dijelaskan sebagai alternatif pengganti dolken adalah besi. Secara ekonomis, besi akan lebih menguntungkan karena dapat digunakan hingga beberapa kali dan ramah lingkungan.

Sedangkan, dolken hanya bisa digunakan dalam sekali pakai dan jangka waktu beberapa bulan. Sehingga dalam satu proyek dengan waktu yang cukup lama akan sangat banyak menggunakan dolken, sedangkan stok pohon yang dimiliki sangat terbatas dan memiliki peran yang lebih besar dalam menjaga kestabilan lingkungan.
Pemkot sangat berharap agar masalah penggunaan dolken tersebut dapat menjadi perhatian, mengingat hal tersebut adalah langkah paling baik untuk mengimbangi pembangunan saat ini. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top