Aneka

Delapan Negara Ramaikan Festival Layangan

Nursinah Taeda

Nursinah Taeda

RAHA – Kabupaten Muna akan kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan festival layang-layang Internasional pada tanggal 7-10 Agustus mendatang. Delapan negara dipastikan akan ikut ambil bagian dalam acara tersebut bersama sejumlah provinsi lain di Indonesia.

Kepastian pelaksanaan Festival layang-layang Internasional tersebut diungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Muna, Hj Nursinah Taeda beberapa hari lalu.

“Sudah ada delapan negara yang dikonfirmasi akan hadir dalam festival ini, seperti Swiss, Belanda, Malaysia, Inggris, Prancis, Jepang, Singapura dan Thailand. Kami undang mereka melalui Legong, asosiasi pelayang Internasional. Kemudian ada juga peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia yang akan hadir,” terang Nusrinah.

Lebih jauh wanita berhijab ini menandaskan, dalam acara festival itu juga akan diterbangkan sekitar 4.000 (empat ribu) layang-layang kaghati. “Empat ribu layangan kaghati menandakan usia keberadaan layangan kaghati di Muna sebagai layang-layang tertua di dunia, sekitar empat ribu tahun lalu. Hal ini didukung oleh bukti sejarah berupa lukisan layang-layang pada dinding gua Sugi Patani yang menurut ahli arkeolog, berusia sekitar empat ribu tahun,” jelasnya.

Empat ribu layangan kaghati itu papar Nursinah, akan diterbangkan oleh para peserta layangan dari Kabupaten Muna. Pemkab Muna juga akan memecahkan rekor dunia dalam festival ini, dimana sebelumnya, Pemkab Muna pernah mencatat rekor MURI, kategori layang-layang dari daun.

“Pesertanya dari para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan SLTA di Kabupaten Muna. Rencananya kita akan pecahkan rekor dalam festival ini, kami sementara membicarakan tentang persiapannya,” ujarnya.

Masih dalam rangkaian festival layangan Internasional, pihak panitia juga telah menyiapkan agenda kunjungan wisata bagi para peserta di beberapa destinasi wisata di Pulau Muna, yakni di Pantai Danau air asin Napabale, Pantai Meleura dan Gua Liangkabori dan Sugi Patani yang merupakan situs sejarah yang menyimpan bukti keberadaan layang-layang tertua di dunia. (sra/din)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top