Buton Raya

Masyarakat Dihimbau Waspadai Dampak El Nino

Waspada!!! Tujuh Wilayah di Indonesia Terkena Dampak El Nino

Waspada!!! Tujuh Wilayah di Indonesia Terkena Dampak El Nino

Baubau–Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Baubau menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai dampak penyimpangan suhu permukaan samudera pasifik yang mengakibatkan kekeringan dan gelombang tinggi atau biasa dikenal dengan El Nino.

Natsir, SSos Kepala BMKG Stasiun Kota Baubau yang dihubungi di ruang kerjanya kemarin mengungkapkan, situasi El Nino dengan fenomena kemarau panjang telah memasuki wilayah Kota Baubau, Buton, dan sekitarnya. Situasinya diperkirakan akan berlangsung sampai September mendatang.

“Makanya kita himbau masyarakat agar perlu waspada dan sedapat mungkin tidak menebang hutan secara liar karena apabila daun daunnya sudah kering itu mudah terbakar atau bisa memicu kebakaran,” ujar Natsir.

Dijelaskan bahwa, dampak El Nino yang paling berpengaruh adalah terjadinya gelombang laut yang tinggi sehingga para pengguna alat transpor laut harus berhati hati.

Sebagai bentuk kewaspadaan kita, lanjut Natsir, pihak BMKG juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti syahbandar dan SAR, agar dapat mengingatkan kepada para nakhoda kapal atau para nelayan perahu agar selalu waspada.
Selain itu lanjut Natsir, BMKG juga memprediksi dampak El Nino sudah terjadi sejak Juli hingga September. Kondisi ini biasanya berakhir dengan bersamaan memasuki musim timur, dimana angin akan bertiup rata-rata kencang, cuaca panas atau kemarau.
Selain itu, lanjut dia, dampak El Nino juga berpengaruh pada temperatur suhu tubuh manusia. Data BMKG sudah mencatat temperatur suhu kota Baubau sejak Juli lalu sudah sekitar 25 derajat celsius dan memasuki Agustus sudah mencapai 36 derajat celsius.
“Kondisi seperti itu juga dapat mempengaruhi kesehatan manusia,” ujar Natsir. (mun/hum)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top