Headline

Penerapan TTG Dukung Lahirnya Industri Baru

Penyerahan mesin pengolahan ikan hasil pengembangan TTG buatan LIPI dari Istri Gubernur Sultra yang merupakan Anggota DPR RI Hj Tina Nur Alam pada TP PKK.

Penyerahan mesin pengolahan ikan hasil pengembangan TTG buatan LIPI dari Istri Gubernur Sultra yang merupakan Anggota DPR RI Hj Tina Nur Alam pada TP PKK.

KENDARI – Pemprov Sultra kini sedang memaksimalkan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) salah satunya mesin pengolahan hasil kelautan. Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sultra telah bekerja sama dengan pihak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Subang dan sudah menghasilkan unit mesin TTG.

Alat tersebut memudahkan dalam pengolahan ikan, udang, kepiting dan beragam hasil kelautan, termasuk daging menjadi produk baru yang bernilai tinggi, seperti dendeng ikan, nugget, sosis ikan, bakso ikan, atau abon. Mesin telah dibagi di beberapa kabupaten dengan hasil kelautan yang potensial, di antaranya Baubau, Butur, Muna, Konut, dan Kabupaten Bombana, yang diserahkan dan dipelatihankan, sejak 3 Agustus.

Langkah Balitbang dan LIPI tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Menurut Anggota DPR RI, Hj Tina Nur Alam, pengembangan dan penerapan TTG dalam diversifikasi hasil-hasil alam di Sultra sangat dibutuhkan. Utamanya pengolahan pangan.
TTG, kata dia, selain menghasilkan mesin yang sederhana, tidak begitu kompleks, namun memiliki fungsi besar, untuk membuatnya pun tidak membutuhkan anggaran yang besar. Sehingga bisa dikembangkan di kabupaten dan kota.

Paling penting, lanjut Tina, penerapan TTG dipastikan bisa melahirkan industri baru. Misalnya di bidang kuliner.
“Sultra kan kaya dengan potensi kelautan. Tepat sekali jika pengembangan TTG dalam pengolahan pangan dimaksimalkan,” katanya.
Oleh karena itu, senator PAN itu mengaku, penting mengintensifkan koordinasi dengan LIPI agar TTG bisa dikembangkan untuk produksi pangan lainnya.

“Tidak hanya bisa melahirkan industri, tapi juga ini akan sangat berpengaruh dalam peningkatan pendapatan dan ekonomi masyarakat yang muaranya pada kesejahteraan. Saya minta kedepan LIPI bisa bantu Sultra mengembangankan alat dengan teknologi tepat guna lainnya, misalnya di bidang pertanian dan perkebunan. Ini penting,” lanjut Ketua TP PKK Sultra itu.

Meski begitu, dia juga mewanti-wanti para calon pelaku industri agar faktor lain diperhatikan dalam mengembangkan sebuah produk. Selain kualitas, kemasan produk harus menjadi perhatian.

“Seperti di Jepang, (makanan) padahal isi dalamnya lebih enak di sini, tapi karena memang kemasannya menarik, maka sangat diminati. Kemasan sangat menunjang dalam industri pangan,” ujarnya. Ini harus dikordinasikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Dikatakan, ketika menyerahkan bantuan mesin Pengolahan Pangan dengan TTG yang didampingi Bupati Bombana H Tafdil, kepada perwakilan ibu-ibu, dia mengapresiasi semangat para kader PKK yang antusias mengikuti pelatihan pengembangan TTG tersebut. Diharapkan ini bisa dikembangkan hingga ke desa-desa.

Sementara itu, Kepala Balitbang Sultra, Bachrun, mengatakan, mesin pengembangan TTG bidang pangan ini juga akan diserahkan di Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara. Katanya, Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) Pengolahan Pangan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, merupakan kerja sama Balitbang Provinsi Sultra, Pusbang TTG LIPI Subang, Pemkab Bombana, TP PKK Provinsi Sultra, dan TP PKK di daerah.

“Sengaja kita perkenalkan ke ibu-ibu PKK, karena ini kaitannya dengan pengembangan pangan. Potensi perikanan Sultra sangat baik, makanya kita buat mesin pengolagan ikan, ke depan kita kembangkan lagi dengan teknologi lain,” ungkapnya.
Pihaknya kini menyasar siswa-siswa SMK agar mesin-mesin hasil pengembangan TTG bisa dibuat di Sultra. (alp)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top