Headline

Kemprin Usul Bea Masuk Alat Tani Diperbesar

Mesin pemotong padi

Mesin pemotong padi

 

JAKARTA – Produk alat dan mesin pertanian impor yang membanjiri pasar dalam negeri membuat pemerintah ikut turun tangan mengatasi hal ini.

Direktur Industri Permesinan dan Alat Pertanian Kementerian Perindustrian (Kemprin), Teddy Sianturi mengaku telah mengusulkan kepada Kementrian Keuangan untuk menaikan tarif bea masuk impor Alsintani. “Kami mengusulkan kenaikan bea masuk impor agar produk alat dan mesin pertanian dalam negri bisa kompetitif,” jelas Teddy, Selasa (4/8).

Teddy bilang, pihaknya mengusulkan adanya kenaikan bea masuk impor sebesar 5% untuk seluruh jenis produk Alsintani yang masuk ke Indonesia. Saat ini, tarif bea masuk impor alat dan mesin pertanian sebesar 5%, 10%, dan 15%.

Variasi tarif impor ini bergantung dari jenis produk. Teddy memisalkan untuk jenis traktor berat dengan tenaga di atas 40 horse power (hp) terkena tarif masuk sebesar 5%. ini karena produsen dalam negri belum mampu menghasilkan produk ini dalam jumlah banyak.

Sedangkan untuk traktor tangan dikenakan tarif sebesar 15%. “Traktor pangan bisa diproduksi dalam jumlah besar didalam negri, produk ini harus dilindungi,” jelas Teddy. (ko)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top