Headline

Muna Jadi Tuan Rumah Festival Layangan Internasional

4.000 Layangan 'Kaghati' Pecahkan Rekor Dunia

4.000 Layangan ‘Kaghati’ Pecahkan Rekor Dunia

 

RAHA – Kabupaten Muna akan kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan festival layang-layang Internasional, yang dimulai pada hari ini Jumat hingga 10 Agustus.

Delapan negara dipastikan akan ikut ambil bagian dalam acara tersebut, bersama sejumlah provinsi lain di Indonesia yang tergabung dalam organisasi Perkalin.

Kepastian pelaksanaan Festival layang-layang Internasional tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Muna, Hj Nursinah Taeda ketika dikonfirmasi, baru-baru ini.

“Sudah ada delapan negara yang dikonfirmasi akan hadir dalam festival ini, seperti Swiss, Belanda, Malaysia, Inggris, Prancis, Jepang, Singapura dan Thailand. Kemudian ada juga peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia yang akan hadir,” terang Nusrinah.

Lebih jauh wanita berhijab ini menandaskan, dalam acara festival itu ada 4.000 (empat ribu) layang-layang kaghati (layang-layang berbahan baku daun ubi hutan atau ‘kolope’ akan diterbangkan oleh para peserta dari siswa-siswi SMP dan SMA di Muna.

“Empat ribu layangan kaghati menandakan usia keberadaan  layangan kaghati di Muna sebagai layang-layang tertua di dunia, sekitar empat ribu tahun lalu. Hal ini didukung oleh bukti sejarah berupa lukisan layang-layang pada dinding gua Sugi Patani yang menurut ahli arkeolog, berusia sekitar empat ribu tahun,” jelasnya.

Nursinah Taeda menyampaikan, layang-layang kaghati akan kembali memecahkan rekor dunia, melalui Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID), yang bekerjasama dengan Harian Rakyat Sultra.

Ada dua kategori yang akan diraih dari lembaga LEFRIk, pertama, kategori pelestarian budaya layangan Kolope, kedua layangan dari daun (kolope) terbanyak.

“Kita sudah siapkan, untuk menerbangkan layangan tersebut akan  melibatkan para siswa-siswi SMP dan SMA,”ujarnya. (sra/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top