Headline

Ingin Penggantinya Lebih Mengerti Sultra

Saleh Lasata

KENDARI – Tak terasa satu dekade kepemimpinan pasangan Nur Alam – Saleh Lasata memimpin Provinsi Sultra hampir berakhir. Jika dihitung-hitung, masa jabatan pasangan berakronim ‘NUSA’ itu tinggal 25 hari kerja lagi.

Sebagai salah satu provinsi yang tengah melaksanakan pemilihan kepala daerah, gubernur dan wakil gubernur 2018 pada Juni mendatang, sementara masa akhir jabatan ‘NUSA’ akan berakhir tak sampai sebulan lagi, maka pemerintah pusat harus menunjuk pejabat (Pj) Gubernur.

Pj Gubernur Sultra HM Saleh Lasata mengaku masa jabatannya tinggal beberapa hari lagi. Sementara tugas-tugas pemerintahan, tetap harus tetap berjalan dengan baik.

Olehnya itu, dirinya sangat berhadap kepada pemerintah pusat, bisa menunjuk penggantinya menjabat Pj Gubernur Sultra, orang yang mengerti tentang keadaan dan situasi Provinsi Sultra.

“Kan saya sudah mau berakhir sama Pak Nur Alam. Mudah-mudahan kita berharap, Pj Gubernur Sultra nantinya ini adalah orang yang tahu situasi provinsi Sultra,” ujar Salah Lasata kepada koran ini, baru-baru ini.

Dirinya juga tidak akan meminta kepada pemerintah pusat, siapa yang akan mengantikannya sebagai Pj Gubernur Sultra nantinya. Bahkan tegasnya, dirinya tidak mengetahui siapa yang akan menjabat sebagai Pj Gubernur Sultra setelah akhir masa jabatannya selesai.

“Mudah-mudahan deh (orang dari Sultra),” harapnya.

Informasi yang dihimpun Rakyat Sultra, serah terima jabatan atau pisah sambut Plt Gubernur Sultra HM Saleh Lasata dengan Pj Gubernur Sultra akan dilakukan di Kementerian Dalam Negeri. Mengenai kepastian waktunya, masih menunggu petunjuk Mendagri Tjahjo Kumolo.

Sementara Saleh Lasata sendiri, juga telah mulai berpamitan kepada masyakarat Sultra dalam sejumlah momen yang diikutinya, saat bertugas saat ini.

Provinsi Sultra sendiri kini sementara dalam tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra 2018. Tercatat ada tiga pasangan bakal calon yang sudah mendaftarkan di KPU, yakni pasangan Asrun-Hugua, Ali Mazi-Lukman Abunawas, dan pasangan Rusda Mahmud-SYafei Kahar.

Tugas Pj Gubernur Sultra nantinya menyukseskan pelaksanaan Pilgub Sultra, selanjutnya menjaga netralitas aparatur sipil negara dan menjalankan roda Pemprov Sultra dengan masa jabatan satu tahun.

NUSA selama satu dekade memimpin Bumi Anoa, cukup banyak menorehkan prestasi gemilang. Bukan hanya dalam hal tata kelola keuangan daerah, Nur Alam bahkan mendapatkan penganugrahan tertinggi yakni Bintang Maha Putra Utama di zaman Presiden SBY 2013.

Kemudian, mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) empat kali berturut sejak 2013 hingga 2016. Meningkatkan angka dan kualitas pendidikan, kesehatan dan perekonomian Sultra. (efn/ags)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top