Pilkada

Daerah Perbatasan Rawan Kecurangan dan Mobilisasi

UNAAHA – Beberapa wilayah di Kabupaten Konawe menjadi daerah yang mempunyai kerawan saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Wilayah ini dikhawatirkan terjadinya kecurangan dan mobilisasi massa saat pencoblosan.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Konawe, Sabda Alam mengatakan, beberapa wilayah yang menjadi titik rawan tersebut berada diperbatasan kabupaten Konawe. Diwilayah ini menjadi jembatan masuknya pemilih dari luar Konawe.

“Ada beberapa titik rawan terjadinya kecurangan Pilkada nanti. Yakni daerah perbatasan yang bisa saja pemilih dari luar digerakkan. Apalagi mengingat kekerabatan dan kekeluargaan didaerah perbatasan ini masih kuat, ” ungkapnya.

Beberapa kecamatan yang dimaksud diantaranya Kecamatan Routa, Latoma, Onembute, Puriala, Bondoala dan Kecamatan Sampara. Semua kecamatan ini menjadi Zona merah pada Pilkada ini.

Selain daerah ini Kecamatan Morosi juga menjadi titik rawan. Daerah yang menjadi kawasan industri yang memiliki pekerja dari luar Konawe di mobilisasi sehingga bisa melakukan pencoblosan.

“Indikasi kerawanan bisa saja terjadi di kecamatan ini antaranya, mobilisasi pemilih luar dimana kecamatan tersebut banyak masyarakat yang bukan warga konawe bekerja di kawasan industri morosi. Ditambah warga luar yang belum masuk dalam DPT, ” jelasnya.

Meminimalisir terjadinya kecurangan di wilayah tersebut, Sabda mengatakan jika dirinya selalu mengingatkan kepada panitia pengawas kecamatan untuk meningkatkan pengawasan. Sejak dimulainya tahapan hingga hari pencoblosan.

“Kerawanan pilkada serentak tidak hanya terjadi di masyarakat. Akan tetapi di tingkat penyelenggara juga bisa terjadi. Sehingga itu menjadi tugas panwas untuk selalu waspada dan mengawasi itu semua, ” tuturnya. (hdi/ian)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.




©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top