Pilkada

Sehari, PPDP Coklit 6.045 Rumah

Komisioner KPU Sultra dan Wakil Bupati Konsel Arsalim Arifin Saat Menempel Stiker Coklik Sebagai Tanda Terdaftar Sebagai Pemilih di Pilgub Sultra.

ANDOOLO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara serentak melakukan pencoklitan data pemilih untuk menyongsong Pilkada serentak yang akan dihelat pada 27 Juni 2018 mendatang.

Di Sultra sendiri, lima komisioner KPU Sultra juga turun lapangan melakukan gerakan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih.

Salah satu komisioner KPU Sultra Abdul Natsir, Sabtu 20 Januari 2018 menyambangi Kabupaten Konawe Selatan untuk memimpin gerakan pencoklikan tersebut.

Natsir yang ditemani Komisioner KPU Konsel, turun langsung mendatangi rumah-rumah warga dengan langsung melakukan pencoklikan.

Setidaknya dalam sehari, KPU Sultra, KPU Konsel bersama dengan PPK dan PPS melakukan pencoklitan 6.045 rumah warga di Kabupaten dengan pemilih terbesar di Sultra.

Natsir merincikan, gerakan pencoklitan bersama, KPU hingga penyelenggara tingkat bawah diberikan beban mencoklit limah rumah atau lima kepala keluarga.

“Untuk Konsel, KPU Sultra yang diwakili Natsir mencoklit limah rumah. KPU Konsel yang beranggotakan lima orang juga mencoklit masing-masing lima rumah. PPK yang terdiri 22 kecamatan anggotanya juga lima. Sementara PPS itu anggotanya tiga orang dengan jumlah desa 361. Berarti dalam sehari kami melakukan pencoklikan sebanyak 6.045 rumah,”terang Natsir, Sabtu (20/1).

Langkah KPU, kata dia, merupakan gerakan bersama seluruh penyelenggara. Pasalnya kata Natsir, pemutakhiran data pemilih harus menjadi pekerjaan bersama agar data pemilih di Pilgub Sultra menjadi lebih akurat.

Apalagi sambung Natsir, sebagai penyelenggara, KPU tidak boleh menghilangkan hak pilih masayarakat. Sehingga gerakan coklit bersama harus dipastikan berjalan sesuai dengan mekanisme.

Dalam melakukan pencoklitan, undang-undang sudah mengatur ada rambu-rambu yang harus dipatuhi. Pencoklitan harus tetap mengacu pada aturan yang sudah ada.

“Misalnya kalau pemilih belum berumur 17 tahun hingga hari H pencoblosan maka tidak boleh dimasukan. Begitupun juga kalau pemilih mengalami gangguan jiwa maka tidak boleh dimasukan,”paparnya.

Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), tambah Natsir, jika menemukan data yang tidak sesuai aturan maka harus secepatnya diperbaiki.

Sebagai pemilih terbesar di Sultra, KPU Sultra menekankan agar penyelenggara pemilu di Konsel harus bekerja keras untuk mendata pemilih. Data pemilih Konsel, kata dia, harus benar-benar akurat dan jadi percontohan untuk Sultra.

“Kita ini kan pelayan, jadi harus benar-benar punya data yang akurat,”ungkapnya.

PPDP lanjut dia harus bekerja secara profesional, berintegritas. Dengan demikian ujarnya, Konsel akan menjadi barometer penyelenggara terbaik.

Sekedar informasi, dalam gerakan pencoklitan, Abdul Natsir

mendatangi lima rumah warga, diantaranya, Wakil Bupati Konsel Arsalim Arifin, Sahlul Kepala Litbang Konsel, Senawan Silondae Ketua Komisi Tiga DPDR Konsel, Lurah Potoro, dan Kepala BP4K Konsel.

Harapannya, kata Natsir, dengan mendatangi rumah-rumah pejabat di Konsel, maka masyarakat Konsel ikut tergerak hatinya untuk aktif mendaftarkan diri jadi pemilih di Pilgub Sultra. (p3/b/ian)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top