News

Nur Alam Minta Penggantinya Lanjutkan Program NUSA

Nur Alam

KENDARI – Tahapan pemilukada tahun 2018 sudah berjalan. Khusus untuk pemilihan calon gubernur Sultra periode 2018/2023 ada tiga pasangan calon yang gencar bersosialisasi. Dari tiga pasangan calon tersebut, jika semuanya ditetapkan sebagai calon pasangan gubernur dan wakil gubernur, maka pada saat pemilihan akan ada satu calon yang terpilih.

Nur Alam sebagai gubernur Sultra non aktif, yang pernah memimpin Sultra satu dekade atau 10 tahun didampingi wakilnya HM Saleh Lasata, memiliki harapan besar. Ada beberapa titipan tanggungjawab yang harus dilanjutkan oleh gubernur terpilih atau yang akan menggantikan tampuk kepemimpinan Nur Alam – Saleh Lasata (NUSA).

“Dari tiga calon gubernur itu kan nanti pasti akan terpilih salah satunya. Jadi pesannya, untuk yang terpilih, agar apa yang jadi visi misi NUSA agar tetap dilanjutkan demi pembangunan Sultra,” kata Ketua PKK Sultra Hj Tina Nur Alam yang juga istri Nur Alam juga sebagai anggota DPR RI, menceritakan apa yang dipesankan Nur Alam kepada calon gubernur, sabtu (27/1)

NUSA membawa tampuk kepemimpinan, dengan mengemban Visi, Mewujudkan Sultra Mandiri, Sejahtera dan Berdaya Saing. Yang dijabarkan dalam lima misi, Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia, Pembangunan Ekonomi, Revitalisasi Pemerintahan Daerah, Memantapkan Pembangunan Kebudayaan Daerah serta Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Kewilayahan dan Kawasan Strategis.

Visi misi NUSA selama 10 tahun memimpin jazirah Sultra harus diakui keberhasilannya dan sangat dirasakan masyarakat.

Apalagi, ada dua ikon besar yang saat ini dalam tahap penyelesaian yakni Jembatan Bahteramas Teluk Kendari dan Masjid Al Alam yang telah rampung.

“Dua ikon itu kan jadi ikon Sultra yang patut kita syukuri. Olehnya itu, tetap harus dipertahankan. Selain itu, ada program pemberian Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP) yang diberikan kepada ASN. Itu juga harus tetap dilanjutkan,” kata Ketua Dekranasda Sultra ini.

Dirinya tidak menampik jika dari tiga calon gubernur Sultra, ada satu yang telah menemui Nur Alam disela-sela persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Sementara calon wakil gubernur, ketiga-tiganya telah menemui Nur Alam.

Saat ditanya, apa yang dibicarakan dalam pertemua dengan calon gubernur Sultra? Tina Nur Alam menyampaikan, Pak Gubernur membagikan strategi-strategi pemenangan dalam mengahadapi pemilihan gubernur. Dimana, sebagai calon gubernur dan wakil gubernur harus langsung turun ke masyarakat, bukan hanya mengandalkan tim.

“Jadi Pak gubernur membagikan strategi-startegi pemenangan seperti itu. Calon jangan hanya mengharapkan tim, tapi memang harus turun untuk mendengar keluhan masayrakat yang jadi kebutuhan mereka untuk dituangkan dalam visi misi pembangunan nantinya,” beber Kader PAN Sultra ini.

Sayangnya, Tina Nur Alam enggan menyampaikan arah dukungannya di dalam ajang Pilgub Sultra yang akan digelar Juni 2018 mendatang. Begitu juga arah dukungan Nur Alam, Istrinya juga masih enggan menyampaikan akan diarahkan kemana dukungannya untuk ketiga calon pasangan gubernur dan wakil gubernur.

“Itu rahasia ya, yang pastinya ada,” pungkasnya. (efn)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top