Konawe Raya

Tahapan Pilkades Serentak Dimulai

DR Sahlul SE M.Si

ANDOOLO – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak dimulai. Ini merupakan kali ke dua Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menyelenggarakan Pilkades secara serentak usai diselenggarakan tahun lalu.

Wakil Bupati Kabupaten Konsel, DR H Arsalim Arifin SE M.Si mengatakan sesuai agenda pilkades kita rencanakan pada April tahun ini. Dan tahapannya lagi mulai berjalan.

Hanya saja, lanjut dia, sesuai surat provinsi penyelenggaraan pillars serentak perlh founder Karena bertetapan denga momentum pemilihan gubernur dan wakilnya.

“Tetapi nanti kita akan konsultasi ulang. Karena tahapan telah kita susun. Menjadi pertimbangan berkaitan dengan stabilitas dan keamanan pilgub. Disamping itu, agar tidak dicederai dengan hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi kita tetap konsultasikan apakah lanjut 1 April atau molor,” unflappable Arsalim.

Dia menambahkan secara regulasi Pemda Konsel sudah siap penyelenggaraan pillars serentak. “Tentunya besok sudah disosialisasikan utamanya pembentukan panitia dan di tingkat pengamanan. Himbauan kita harapkan bahwa calon Kepala desa tentunya merekalah yang terbaik didesanya. Marilah berpolitik secara santun dan elegan bagaimana masyarakat bisa memilih. Saya mengimbau bersaing secara sehat mengedepankan kepentingan daerah dan menjaga stabilitas keamanan,” harap Arsalim.

Senada dengan itu, Kepala BPMD dan Kelurahan Konsel, DR Sahlul SE M.Si menuturkan Pilkades Konsel tahun 2018 telah dipogramkan sebanyak 125 desa yang akan melakukan pemilihan kades yang dilaksanakan secara serentak sesuai Undang-Undang desa.

Serentak maksudnya, dilaksanakan mulai tahapan sampai pada hari pemilihan.

“Tahapan-tahapan dilakukan pesiapan dari pemerintah kabupaten sampai pada pembentukan kepanitiaan ditingkat desa. Dengan aturan kalau pemilihnya di atas 1.000 maka panitia berjumlah 11 orang dan kalau dibawah itu panitianya 9 orang, ” ujar Sahlul.

Hari ini, lanjutnya, pihaknya memberikan pembekalan panitia yang independen dalam rangka menciptakan dasar pilkades.

“Pembekalan itu antara lain bagaimana proses pencalonan, pendaftaran, pemilih, masa tenggang waktu yang dibutuhkan dalam melakukan perbaikan sampai pada penetapan dan pelantikan, ” tuturnya.

Harapannya, penyelenggaraan pilkades berjalan sebagaimana mestinya.

“Setelah dibekali ditingkat kabupaten tim akan melakukan verifikasi ulang di lapangan. Dan desk pilkades dalam kantor disediakan untuk melakukan konsultasi. Seperti persyaratan dan mekanisme sampai hari ini berjalan dengan baik. Kita melakukan pembekalan dan simulasi agar dalam pembekalan bisa secara optimal bisa menyerap materi. Panitia yang dibentuk tidak terkait dari persoalan hukum, dibentuk dari BPD dan bertanggung jawab pada BPD. Adapun syarat cakades minimal sesuai Perda SMP dan minimal dua kandidat dan maksimal lima kandidat, ” tandas Sahlul. (ram/ian)

 

 

Rumah Makan Union Kendari
To Top