Buton Raya

Berkas Kasus Pencabulan Dinyatakan Lengkap

Tersangka kasus pencabulan digiring aparat Reskrim Polres Buton untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

PASARWAJO – Tidak menunggu waktu lama Reskrim Polres Buton untuk melengkapi berkas kasus pencabulan anak dibawah umur yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) di Desa Wining, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton melibatkan tersangka La Asida (70).

“Kasus ini tidak lama lagi akan disidangkan,” dikatakan Kasat Reskrim Polres Buton AKP Sugiri SIK, Selasa (30/1).

Sambung dia, berkas La Asida tinggal menunggu P21 dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton untuk ditahap dua. “Kalau sudah ditahap dua, berarti sudah bisa disidangkan,” jelasnya.

Ia membeberkan sesuai hasil pengembangan Penyidik, korban dari tersangka berjumlah tiga orang dari empat orang yang dilaporkan diduga sebagai korban.

“Dan itu dibuktikan melalui hasil visum, ditemukan ada memar dibagian alat kelamin korban. Sedangkan satu anak lainnya yang dilaporkan tidak ada,” ungkapnya.

Untuk diketahui, La Asida (70), sehari-hari bekerja sebagai petani dari Desa Wining mengaku telah mencabuli anak dibawah umur yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) di Desa Wining berinisial CN (9), RS (8) dan WN.

Berdasarkan keterangan tersangka korban disetubuhi mulai dari 2-5 kali dengan rayuan atau iming-iming uang Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu. Pelaku juga kerapkali mengancam korban untuk mempertegas agar korban tidak bercerita kepada orang tuanya dan orang lain.

“Anak-anak itu di iming-imingi dengan menggunakan sejumlah uang untuk mengecoh korban sehingga korban tergiur dan mau ikuti permintaan orang tua tersebut,” Jelas AKP Sugiri, Kasat Reskrim Polres Buton, menjelaskan sesuai pengakuan saksi dan korban, ditemui di ruang kerjanya pada awal Januari.

Perbuatan pencabulan itu lanjut dia, dilakukan dilokasi perkebunan milik tersangka di Desa Wining. Dipaparkannya juga, pelaku mengakui perbuatannya, akan tetapi hanya sekedar meraba-raba pada bagian alat kelamin korban tidak sampai melakukan penetrasi lebih intim lagi.

Ini juga dibuktikan dengan hasil visum yang dikeluarkan oleh dokter, ditemukan bekas pada bagian kelamin korban.

Dikatakannya, terbongkarnya kasus ini berawal dari kecurigaan orang tua korban RS, atas dasar keterangan dari teman sekaligus korban berinisial CN.

“Katanya ada rahasia, setelah disaksikan ternyata membawa anak ini ke semak-semak, karena kecurigaan tersebut orang tua korban mengadu ke kami,” katanya. Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman kurang pidana maksimal 15 tahun penjara. (p2/b)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top