News

Masyarakat Demo Polres Wakatobi

WAKATOBI – Kasus tindak penganiayaan yang dilakukan salah satu oknum anggota Polres Wakatobi, inisial SFR terhadap seorang pemuda warga kelurahan Mandati III pada Senin, 22 Januari lalu terus berbuntut.
Warga masyarakat Wakatobi menggelar aksi demo mendatangi Kantor Polres Wakatobi meminta Kapolres agar segera memproses aggotanya yang melakukan pemukulan terhadap warga tak berdosa itu.

Kejadian itu bermula saat terjadi tawuran antara dua kelompok pemuda di lingkungan perkampungan bajo. Korban yang saat itu bersama sejumlah temannya berada tak jauh dari lokasi menjadi sasaran amarah aparat yang bertugas.

Kerukunan pemuda Mandati (KMP) III, Selasa (30/1) menggelar aksi demonstrasi mendesak pihak Polres segera menuntaskan penanganan kasus penganiayaan itu.

Koordinator aksi, Darminto menuturkan, kepolisian yang seharusnya bertugas mengayomi dan melindungi masyarakat, tapi yang terjadi justru polisi menganiaya warga.

“Ini tidak sesuai dengan etika pengabdian diatur dalam pasal 6 ayat (1), anggota kepolisian RI dalam menggunakan kewenangan senantiasa berdasarkan norma hukum, norma agama, kesopanan dan nilai-nilai kemanusiaan,” tutur dia dalam orasinya.

Massa aksi mengancam, jika penanganan kasus ini terus berjalan lamban, maka persoalan tersebut akan di laporkan ke Polda Sultra sebagai bahan evaluasi untuk kinerja Kapolres Wakatobi.

Kasat Reskrim Polres Wakatobi, Iptu Cucu Sutarman menerima pendemo menyampaikan, pihaknya telah memeriksa terduga pelaku penganiayaan berpangkat Bripka itu. Ia menerangkan, pelaku segera dipanggil kembali untuk menjalani sidang kode etik. (p14/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top