Buton Raya

Bupati Buton Imbau ASN Tidak Terlibat Politik Praktis

La Bakry menyambut kunjungan ASN Buton, Aparat Kepolisian dan TNI, diruang kerjanya, belum lama ini.

PASARWAJO,- Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki hak secara demokrasi untuk memilih siapa yang berhak menjadi pemimpin di Daerahnya. Namun, secara spesifik setiap ASN dibatasi untuk terlibat secara langsung dalam memenangkan calon tertentu. Karena, jika terindikasi ada keterlibatan, oknum ASN akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Hal itu yang kemudian selalu ditekankan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Buton, La Bakry kepada seluruh ASN lingkup Pemkab Buton dalam menghadapi Pilkada dan Pilgub Sultra pada Juni 2018. “ASN tidak boleh terlibat politik praktis, harus netral,” kata La Bakry, ditemui di kediamannya, Rabu (31/1).

Sementara itu, menanggapi terkait adanya indikasi keterlibatan oknum camat, Lurah dan Kepala Dinas yang terekam kamera Panwas pada kegiatan silaturahmi dan pengukuhan tim relawan salah satu bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra periode 2018-2023, La Bakry, mengatakan tidak sepantasnya ASN terlibat politik praktis.

“Kalau hanya mendengarkan visi dan misi bakal calon itu tidak masalah, apalagi saat ini masih tahapan silaturahmi. Yang tidak boleh itu terlibat langsung seperti ikut kampanye dan mengumpulkan massa,” jelasnya.

La Bakry menambahkan sesuai informasi yang diterimanya kehadiran Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Buton, Muhammad Amin pada kegiatan silaturahmi pasangan bakal calon Gubernur tersebut sekedar mengantar istrinya. Sedangkan Camat Siotapina, La Rahadi menghadiri kegiatan itu tidak untuk terlibat kampanye, karena ada panggilan dari Ketua DPRD Sultra. (p2/b/hum)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top