Buton Raya

DLH Butur Belum Maksimal Atasi Kebersihan Kota

Tayeb SIp

BURANGA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buton Utara (Butur), Tayeb mengaku masih mengalami sejumlah kendala dalam menjalankan tugasnya menjaga kebersihan kota di daerah itu. Minimnya armada pengangkut sampah serta kurangnya personel petugas kebersihan menjadi penyebabnya.

Masalah itu dikemukakan Tayeb saat dikonfirmasi terkait adanya sorotan perihal kebersihan kota. Sorotan itu sendiri datang langsung dari Bupati Butur, Abu Hasan belum lama ini.

Dimana orang nomor satu Butur itu menyinggung perihal kebersihan kota yang masih saja semrawut. Padahal tidak lama lagi akan ada ivent MTQ, dan Butur menjadi tuan rumah penyelenggara.

Sebagaimana dikemukakan Tayeb, jumlah armada yang digunakan untuk mengangkut sampah setiap harinya, selama ini hanya berjumlah empat unit.

“Dari empat unit itu, dua di antaranya masih pengadaan sejak tahun 2009, sisanya pengadaan tahun 2013. Sehingga untuk yang lama itu sering rusak. Sudah begitumi yang namanya kalo kendaraan lama kan. Otomatis sudah banyak rusaknya daripada baiknya,” kata Tayeb.

Menurutnya, idealnya jumlah armada mobil kebersihan yang ada itu untuk menangani seluruh masalah kebersihan kota di Butur minimal sebanyak delapan hingga sepuluh armada.

“Dengan jumlah seperti itu tentu kita sudah bisa maksimalkan persoalan kebersihan kota,” akunya.

Sementara itu terkait masalah kurangnya personel, lanjut Tayeb, sejauh ini petugas kebersihan yang dipunyai instansinya itu hanya berjumlah 27 orang. Menurutnya jumlah itu tidak akan mampu untuk menangani semua sampah yang ada.

“Bisa dibayangkan luasnya kota Ereke ini dengan jumlah mobil dan petugas yang ada. Idealnya itu jumlah petugas 50 orang. Kalau semua itu sudah terpenuhi tentu persoalan kebersihan Insya Allah pasti teratasi dengan baik,” imbuhnya (m3/b/hum)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top