Headline

Pemkot Siap Bantu Pengadaan Komputer Sekolah Pelaksana UNBK

Pelaksanaan try out UNBK tahun lalu disalah satu SMPN di Kota Kendari.

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyatakan kesiapannya dalam membantu pengadaan komputer disejumlah SMP yang ternyata masih kekurangan fasilitas komputer dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di tahun depan. Meskipun saat ini sekolah pelaksana UNBK Kota Kendari sudah mencapai 100 persen, namun sebagian sekolah akan melaksanakan ujian di sekolah lain (SMA/SMK dan Perguruan Tinggi).

Saat di konfirmasi diruang kerjanya, Wakil Walikota Kendari, Sulkarnain Kurnia, mengatakan, selaku pemerintah kota kendari, pihaknya akan mengusahakan pengadaan komputer bagi SMP yang masih kekurangan unit komputer.

“Sekolah yang masih kekurangan komputer akan kita usahakan secara bertahap, Karena UNBK target nasional dan program nasional. Tentu kita sebagai pemerintah daerah wajib mendukung program nasional,” ujarnya, Kamis (1/2).

Katanya, dengan UNBK kita tidak susah lagi untuk memperbanyak soal ujian, bahkan akan lebih hemat anggaran dan lebih jujur karena kemungkinan soal bocor itu tidak ada.

“Patinya, UNBK lebih praktis, penilaiannya lebih cepat dan lebih obyektif. Kami juga ingin mandiri, sehingga kedepan diharapkan semua SMP Kota Kendari sudah memiliki fasilitas komputer yang lengkap,” jelasnya.

Berdasarkan data, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, ada sebanyak 40 SMP baik negeri maupun swasta yang akan mengikuti UNBK. Sedangkan, dari MTs tercatat ada 15 sekolah pelaksana UNBK. Ini berarti semua SMP dan semua MTs di Kota Kendari akan melaksanakan UNBK.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur Tote, menjelaskan, walaupun tidak semua SMP penyelanggara memiliki komputer yang lengkap. Tetapi, untuk mengatasinya Dikmudora telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Sultra dalam pelaksanaan UNBK tahun ini.

“Mou kami dengan kepala Diknas Provinsi sudah ada. Nah, itu juga dikuti MoU antar sekolah, contohnya SMPN 2 Kendari telah melakukan MoU dengan SMAN 9 Kendari. Jadi, SMAN 9 akan meminjamkan lab komputernya kepada SMPN 2 Kendari, begitupun sebaliknya, karena waktu pelaksanaan ujian antara SMP dan SMA berbeda,” ungkapnya.

Katanya, sejauh ini Dikmudora tidak pernah melakukan pemaksaan agar sekolah itu menjadi peyelenggara UNBK, akan tetapi semua itu berasal dari kemauan mereka sendiri.

“Kita tidak pernah memaksa sekolah. Jadi, pada saat kita melakukan sosialisi sebanyak 2 kali, kita menyuruh semua sekolah membuat dan memasukkan kesiapaannya untuk mengikuti UNBK, nah ternyata semua membuat pernyataan ingin ikut UNBK,” tutupnya. (*/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top