Rakyat Sultra Online

Metropolis

Gizi Buruk di Kendari Terkendali

Rahminingrum

KENDARI – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Rahminingrum mengungkapkan, kasus gizi buruk pada anak dibawah lima tahun (balita) di Kota Kendari masih kondusif dan masih berada diambang tidak terlalu memprihatinkan. Meskipun, ditahun ini ada satu kasus gizi buruk yang saat ini sedang dalam perawatan.

Berdasarkan data, jumlah kasus gizi buruk di Kota Kendari ditahun lalu mencapai 16 kasus. Sedangkan, tahun ini baru diketemukan satu kasus.

“Tahun ini ada satu kasus gizi buruk dan sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Semoga saja jumlahnya tidak bertambah lagi,” ucapnya, Senin (5/2) saat dimintai keterangan diruang kerjanya.

Kata Rahminingrum, kasus gizi buruk tersebut terjadi diwilayah Puskesmas Perumahan Nasional (Perumnas). Pedahal, pihak puskesmas sudah beberapa kali memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai dan makanan.

“Sebenarnya Puskesmas Perumnas sudah beberapa kali memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai dan makanan. Namun, karena ini masuk daalam permasalahan kronis, sehingga membutuhkan penanganan terpadu dari semua sektor,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mengatasi peningkatan permasalahan kasus gizi buruk di Kota Kendari, sambung Rahminingrum, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas sebagai perpanjangan tangan, selalu mengadakan pendataan rutin bagi masyarakat untuk mengecek berbagai permasalahan yang terjadi, termasuk kondisi gizi pada balita.

“Survey lapangan rutin kami lakukan, terlebih lagi jika diketemukan kasus yang butuh penanganan serius pasti langsung ditangani. Kami juga patut berterimakasih kepada rekan-rekan media, jika mendapatkan informasi seperti ini, karena media lebih banyak dilapangan,” ungkapnya.

Sebenarnya, kata Rahminingrum, penyebab utama terjadinya gizi buruk itu sangat kompleks. Mulai dari, keluarga yang tidak memberikan asupan gizi cukup pada anak, sibuk dengan urusan pekerjaan sehingga tidak memperhatikan makanan anak. Bahkan, terjadi karena faktor pendidikan.

“Semoga kondisi balita itu bisa membaik dan menjadi kasus terakhir. Tidak tertutup kemungkinan kasus ini ada lagi, tetapi kita berharap cukup ini saja,” cetusnya.

Diakhir sesi wawancara, dirinya menghimbau kepada orang tua agar memeprhatikan perilaku pola makan anak. Terutama asupan gizi yang cukup bagi anak. (p11)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Jalan Sehat 2018
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.
rakyatsultra apk

©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top