Konawe Raya

Pemkab Konawe Tolak Wacana Impor Beras

UNAAHA – Pemerintah Pusat akhir-akhir ini mewacanakan untuk mengimpor beras sebesar 500 ribu ton dari Thailand. Alasannya untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan melakukan stabilisasi harga dipasaran.

Terkait wacana ini, banyak daerah yang menolak dan terang-terangan tidak setuju atas tindakan pemerintah pusat ini. Diantara daerah yang menolak salah satunya Pemerintah Kabupateb Konawe.

Pemkab Konawe secara tegas menyatakan penolakan tersebut dikarenakan Konawe saat ini masih menjadi pemasok beras di Sulawesi Tenggara. Produksi beras tahun inipun masih terjaga sehingga daerah ini tidak mengalami kekurangan beras.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muhammad Akbar, Senin (5/2). Saat ditemui diruangannya.

“Kami dari Pemerintah Konawe menegaskan menolak wacana impor beras. Kami tidak membutuhkan beras impor dari luar negeri. Kita masih punya stok beras yang bisa menutupi kebutuhan tahun ini, ” ungkapnya.

Mantan Kadis BP4K ini mengatakan, Pemkab Konawe untuk tiap tahunnya mengalami surplus beras mendekati angka 1.566 Ton. Sehingga kebijakan impor beras bukan solusi, melainkan semakin mencekik petani.

“Wajar jika kebijakan ini langsung ditolak oleh daerah dan petani karena memang banyak daerah yang justru masih melimpah, ” ucapnya.

Khusus untuk Konawe, kelangkaan dan kenaikan beras masih bisa tertanggulangi. Pasalnya, hampir mayoritas masyarakat di Konawe menggarap sawah. Baik itu petani ataupun berstatus Aparatur Negeri Sipil.

Apalagi masyarakat Konawe, lanjutnya, selain mengkonsumsi beras, masyarakat juga telah menkomsumsi pangan alternatif. Seperti makanan khas seperti sagu dan olahan dari ubi dan jagung.

“Kebutuhan beras masih mampu dipenuhi oleh petani lokal. Sehingga, masyarakat di Konawe tidak akan kesulitan mendapatkan beras lantaran langka. Jika wacana impor terealisasi hal ini justru sangat merugikan petani lokal, disamping itu, wacana ini juga bertentangan dengan program swasembada pangan yang digaungkan Presiden RI,” terangnya. (hdi/ian)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top