Rakyat Sultra Online

Sultra Raya

Teguh: Al Alam Megah, dan Jadi Ikon Daerah

Penjabat (Pj) Gubernur Sultra H Teguh Setyabudi didampingi pengurus Masjid Al Alam dan sejumlah kepala SKPD saat meninjau pembangunan Al ALam, Senin (5/3)

KENDARI – Penjabat (Pj) Gubernur Sultra H Teguh Setyabudi mengagumi kemegahan Masjid Al Alam yang jadi cita-cita pemerintahan gubernur Nur Alam dan Saleh Lasata.

Masjid yang dibangun dengan desain terapung di Teluk Kendari itu, menurut Kepala BPSDM Kemendagri ini cukup indah dan sangat luar biasa desainnya. Sehingga, pembangunan Masjid Al Alam tersebut bisa jadi ikon daerah.

“Masjid Al Alam ini, salah satu masjid yang megah ukuran masjid terapung. Dan ini bisa jadi ikon daerah,” ujar Teguh usai meninjau penyelesaian pembangunan Al Alam, Senin (5/3).

Dari sisi pembangunan, menurut Teguh sesuai kontrak, penyelesaiannya hingga akhir Maret. Olehnya itu, pihaknya bersama pengurus Masjid Al Alam melakukan pengecekan guna memberikan semangat kepada pemenang tender pekerjaan proyek yang telah menelan APBD sekitar Rp 250 miliar itu.

Selain itu, mengingatkan pemenang tender untuk tidak molor dalam menyelesaikan pembangunannya.

“Kita pastikan supaya jangan molor dan tetap sesuai kontrak. Kecuali ada hal yang perlu kita lanjutkan,” katanya.

Setelah meninjau, Teguh memastikan Masjid Al Alam bisa digunakan secara berkala. Baik untuk melakukan salat lima waktu maupun digunakan salat Jumat. Namun, pada 6 April mendatang, pihaknya memastikan, Masjid Al Alam bisa digunakan rutin untuk aktifitas ibadah.

“6 April tepatnya hari Jumat nanti sudah bisa kita gunakan, begitu seterusnya,” ujar Teguh.

Secara keseluruhan, dia menilai pembangunanya telah mencapai hampir 100 persen. Dari sisi bagian dalam masjid sudah tidak ada barang yang berserakan, artinya bisa digunakan untuk aktivitas ibadah. Berbeda dengan pekerjaan yang memang dalam tahap penyelesaian.

Pembangunan Al Alam, kedepannya bakal menjadi pusat aktivitas keagamaan dan tentunya akan menopang sisi kehidupan lainnya. Dia mencontohkan, Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, yang disekitarnya tumbuh aktivitas perkonomian dan studi wisata religi lainnya.

Usai melakukan peninjauan pihaknya didampingi para pengurus dan beberapa kepala SKPD melakukan salat lohor berjamaah.

Kesempatan yang sama, kepala Dinas Cipta Karya dan Bina Konstruksi Pahri Yamsul mengaku pekerjaan masjid Al Alam mencapai 98 persen. Secara teknis tidak ada kendala dalam penyelesaian pekerjaan. Namun, terkadang cuaca ektrim jadi kendala secara tiba-tiba.

“Sebagai dinas teknis, kita akan berkoordinasi dengan pemenang tender agar pekerjaan bisa selesai seusai target akhir Maret. Sehingga 6 April nanti bisa kita gunakan,” tuturnya.

Semua bahan menurut dia telah siap dan tinggal dilakukan pemasangan. Begitu juga empat menara yang telah terlihat dalam pekerjaan, tinggal penyelesaian. (efn/hum)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rumah Makan Union Kendari
Jalan Sehat 2018
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.
rakyatsultra apk

©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top