Rakyat Sultra Online

Pendidikan

Semua Pihak Diajak Bangun Ekonomi Sultra

KENDARI – Mengundang pakar ekonomi Faisal Basri, Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) mengajak masyarakat Sultra untuk melihat seperti apa perekonomian daerah saat ini, dan mengetahui asa atau semangat ekonomi Indonesia khususnya Sultra kedepan, termasuk pembangunannya.

Apalagi kita melihat di Sultra banyak mendatangkan tenaga kerja asing, padahal Sumber Daya Manusia (SDM) kita banyak berpotensi juga bergelar sarjana, kenapa seperti itu. Jadi melalui forum ini kita saling berdiskusi untuk memecahkan masalah yang terjadi di Sultra,” ungkap Muh Rizaldi, Ketua Panita Kuliah Umum Kualitas Pertumbuhan Ekonomi di UMK, Selasa (17/4).

Disini pula, kata dia, kesempatan untuk mencari solusi baik antara dari pemerintah, ahli ekonomi, dan mahasiswa akan dibawa kemana pembangunan daerah kedepan dan apakah ada asa tentang ekonomi bangsa, termasuk pekerja asing.

“Karena jika melihat keadaan bangsa saat ini, kita harus cari tahu apakah ada kesalahan pada sistem negara atau ada kerjasama diluar tanggung jawab pemerintah sebagai media dari rakyat,” jelasnya.

Kuliah umum ini pun, menjadi gerbang pembuka sebelum menggelar konferensi internasional sekitar bulan November 2018 mendatang, pihaknya juga akan mengadakan workshop.

Sementara itu, Faisal Basri, menuturkan, ekspor Indonesia makin turun di pangsa pasar dunia. Apalagi setelah adanya pelarangan ekspor nikel dan batu baru, Sultra ikut terkena dampaknya. Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia per pulau, untuk jawa tetap stabil.

“Sementara Sultra berada diatas rata – rata dan relatif lumayan ketimbang sulawesi lain dan ada peluang untuk tumbuh lebih baik lagi. Sultra sendiri yang banyak berkembang ialah jasa, seperti asuransi, kesehatan, dan pendidikan,” tuturnya.
Dirinya, menuturkan, bahwasanya perekonomian Indonesia makin kurang gaul khusus ekspor dan inpornya, ini tidak terlepas dari perlakuan masyarakat. Diketahui, ekspor dan inpor Sultra sendiri, berada diangka 13 dan 11 persen, sehingga bisa dikatakan kesejahteraan rakyat sangat terbatas.

“Untuk itu mari kita tingkatkan keterbukaan ekonomi Sultra, agar tidak hanya bergantung pada pertambangan melainkan mengembangkan sektor pertanian dan kelautan sebagai Sumber Daya Alam (SDA) unggul daerah ini,” jelasnya.

Kedepan, masih dia, perekonomian Sultra harus berada diatas rata- rata nasional ini perlu menjadi target bersama. Untuk mencapai hal tersebut, bergantung kepada SDM nya dan asa daerah bergantung pada pemimpinnya.

“Ayo kembali ke jati diri, dimana Indonesia adalah negara maritim yang dirajut oleh laut. Ironis jika barang diangkut lewat darat mari kita manfaatkan SDA kita ini. Seperti yang diungkapkan Soekarno sebagai presiden pertama Indonesia, bahwa membangun Indonesia, kita harus menguasai lautan dengan memperbanyak armada,” tegas Faisal dihadapan mahasiswa Sultra.

Kementrian Kelautan dan Perikanan, masih dia, dibawah kepemimpinan Susi Pudjiastuti, sudah mengedepankan kedaulatan dengan melarang kapal asing menangkap ikan di perairan Indonesia. Juga,mengedepankan, keberlanjutan, dimana ikan Indonesia ada keberlanjutan karena sebagai menteri, Susi Pudjiastuti melarang ekspor telur ikan.

“Sehingga, subsektor perikanan paling tinggi dan lebih tinggi dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), diharapkan Sultra bisa ikut berpartisipasi dalam sektor perikanan karena distulah keunikan daerah ini ketimbang daerah lain,” tuturnya.
Faisal, menambahkan, jika pertumbuhan ekonomi perikanan dan kelautan konsisten dengan kebijakan yang ada saat ini, maka nelayan bisa sejahtera.(m2/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Jalan Sehat 2018
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.
rakyatsultra apk

©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top