Metropolis

Rektor Lantik Pengurus MPM dan BEM Unsultra

KENDARI – Pengurus Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) periode 2018-2019 secara resmi dilantik oleh Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun, di Aula Rektorat, Rabu (2/5).

Ini merupakan kali pertama Unsultra melakukan pemilihan secara langsung melalui pemungutan suara bagi ketua MPM dan ketua BEM. Pasalnya, sejak berdiri 32 tahun lalu, Unsultra belum pernah melakukan pemilihan secara langsung atau demokrasi.

Tercatat ada 19 orang pengurus MPM dan 78 orang pengurus BEM Unsultra di periode 2018-2019. Ririn Sukmawati dari Fakultas FISIP menjabat sebagai Ketua MPM dan Arsan Arsyad dari Fakultas Teknik menjabat Ketua BEM Unsultra.

Prof Andi Bahrun selaku Rektor Unsultra sangat mengapresiasi dengan terbentuknya dan dilantiknya pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkup Unsultra. Apalagi ini baru kali pertama pemilihan langsung sejak 32 tahun lalu.

Sebelumnya pemilihan MPM dan BEM berjalan sukses dan lancar. Ini juga kali pertama kita melakukan pemilihan secara demokasi, sejak 32 tahun Unsultra berdiri. Maka dari itu, kami berharap mahasiswa bisa memberikan inspirasi-inspirasi bagi pimpinan untuk dapat mengambil peran yang lebih kedepan, ungkap Rektor yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Riset Daerah Sultra tersebut.

Dirinya juga mengajak semua pihak di Unsultra untuk saling bahu membahu membesarkan Unsultra. Kata Prof Andi, persaingan tidak bisa dihindari lagi, sehingga dibutuhkan kerjasama antara pimpinan dan mahasiswa dalam menjalankan program kerja yang taat asas dan taat aturan.

Kami berharap, Unsultra bisa menampilkan gerakan kemahasiswaan yang taat asas dan aturan, sehingga program kerja yang dijalankan nantinya berdampak kepada kepentingan institusi, daerah bahkan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Disamping itu juga, mahasiswa harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan kedepan, harapnya.

Sementara itu, Katua BEM terpilih, Arsan Arsyad, mengajak seluruh pengurus MPM dan BEM Unsultra periode 2018/2019 bersatu, bahu membahu membantu pimpinan yang ada di Unsultra agar Unsultra menjadi kampus yang berbudaya, berkarakter dan berintegritas.

Berbagai program akan coba kami terapkan dalam masa kepengurusan ini, mulai dari speaking box yakni menyediakan wadah teman-teman mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Jadi kami menyarap aspirasi mereka untuk dibahas bersama untuk jalan keluarnya. Kemudian, program kedua yakni batik day, kami berencana setiap hari Kamis semua pengurus BEM memakai baju batik dalam artian memperkenalkan budaya Indonesia, ungkap mahasiswa Teknik Sipil semester enam itu.

Selain itu, lanjut Arsan, program ketiga yaitu respon dan action, setelah mendengar aspirasi tetam-teman mahasiswa, pihaknya akan langsung merespon dan langsung action baik di dalam forum maupun di luar forum untuk menyelesaikannya. Terakhir yakni open forum, jadi kami bakal membukan forum untuk semua ketua lembaga agar mengakatualisasikan semua yang ada di fakultas mereka baik itu BEM fakultas maupun HMJ, sehingga ada sinergitas diantara lembaga, pungkasnya. (p11/alp)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top