Rakyat Sultra Online

Metropolis

Enam Negara Ikut Internasional Round Table Conference Bahas Kompetisi Perguruan Tinggi di Era Global

KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali melakukan gebrakan besar di bidang pendidikan. Setelah sebelumnya melakukan kerjasama dengan Yayasan Cerdas Madani Indonesia (YCMI). Kali ini, kampus yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikaan Tinggi Sulawesi Tenggara itu, mengadakan Internasional Round-table Conference Patnership for Global Competitiveness yang diikuti delapan perguruan tinggi dari enam negara, sekaligus melakukan penandatanganan MoU bersama empat Perguruan Tinggi, Selasa malam (7/5), di Plaza In Hotel.

Delapan perwakilan perguruan tinggi tersebut, seperti Prof Dr Eugenio S Guhao Jr DM dari The University of Mindanao Filipina, Dr Marybell B Materum dari Joze Rizal University Filipina, Prof Dr Emiliano T Hudtohan dari De La Salle Araneta University Filipina, Dr Estrellieta B Lacuesta dari Rizal Memorial Colleges Filipina. Kemudian, Dan Zhang dari Fujian Normal University China, Prof Dr Abdul Rahman dari Bin Ayyub dari Tungku Abdul Rahman University Malaysia, Dr Pedram Kashiani PhD dari Pendidikan Sultan Idris Islamic Azad University Iran dan Dr Kamola Bayram dari KTO Karatay University Turkey.

Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun, menjelaskan, patnership for global competitiveness berarti bagaimana suatu perguruan tinggi bisa berkompotitif di era global. Apalagi memang, lanjut Prof Andi, hal tersebut merupakan tekad dan impian Unsultra untuk go internasional agar bisa menjadi perguruan tinggi kebanggaan Indonesia.

“Kami sengaja menginisiatif ini, karena kita ingin menempatkan Unsultra di peta dunia. Makanya, kami sengaja menghadirkan seluruh staf, dosen dan mahasiswa agar mereka mengetahui bahwa kita sekarang sudah masuk pada persaingan global. Memang tidak mudah, tetapi paling tidak mereka bisa yakin dan punya spirit untuk membangun Unsultra kedepan,” ungkap Rektor yang juga Guru Besar di Fakultas Pertanian UHO itu.

Ia mengakui, melalui pemaparan semua delegasi tersebut, ternyata Unsultra mendapatkan banyak peluang kerjasama, walaupun dalam kesempatan tersebut baru penandatanganan MoU dengan empat perguruan tinggi dari Filipina dan Malaysia.

“Ini peluang bagi Unsultra, kerena mereka mau membuka diri bagi kami untuk berkunjung kesana dan mau membantu kami. Bentuk kerjasamanya, seperti petukaran mahasiswa, pertukaran dosen, short course, dosen dari sana akan ke sini, begitupun sebaliknya, kita akan melakukan kunjungan balik kesana,” ujar Prof Andi Bahrun dengan optimis.

Katanya, dirinya sengaja mendesain khusus pertemuan tersebut untuk membangkitkan semangat staf dan mahasiswa. Meskipun tidak mudah, tetapi dirinya bertekad untuk menunjukkannya.

“Impian saya Unsultra menjadi perguruan tinggi yang bereputasi, tidak bisa hanya nasional tetapi internasional. Memang saya katakan ini immposible, tetapi kenapa tidak kita coba dulu. Pelan-pelan dengan program khusus maupun kajian khusus untuk membawa Unsultra go internasional,” ujar rektor yang juga Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Sultra itu dihadapan awak media.

Dirinya berharap kedepan Unsultra menjadi kebanggaan masyarakat Sultra, sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia.

“Saya mengibaratkan, kalau dulu Unsultra menggunakan pesawat baling-baling, sekarang Unsultra harus menggunakan pesawat sukhoi. Meskipun dengan kecepatan tinggi tetapi harus taat asas dan taat aturan,” pungkasnya. (p11/b/alp)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rumah Makan Union Kendari
Jalan Sehat 2018
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.
rakyatsultra apk

©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top