Ramadhan

Tim Yustisi Pemkot Sisir THM Operasional THM dan Rumah Makan Dibatasi

KENDARI – Menjelang bulan suci Ramadan, tim yustisi yang tergabung dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kendari dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) menyisir tempat hiburan malam (THM) di Kota Kendari.

Operasi THM tersebut dimulai pada pukul 22.00 Wita hingga pukul 23.30 Wita, Selasa (15/5).

Dalam operasi tersebut Tim Yustisi mendatangi beberapa THM yang ada di Kota Kendari, yaitu Bangi Kopi, Spazio, Karaoke Delta, Winstar, Wixsel Hotel, dan UD Dea.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan wartawan koran ini, beberapa THM mengaku belum mengetahui adanya surat edaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terkait larangan penjualan minuman beralkohol.

Bahkan, saat Tim Yustisi melalukan operasi di Bangi Kopi dan Winstar, nampak pengunjung sementara mengkonsumsi minuman beralkohol. Tak lama kemudian Tim Yustisi langsung menumpah minuman beralkohol tersebut, hingga mengamankannya.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kota Kendari Ida Rianti mengatakan, operasi tempat hiburan malam (THM) tersebut dilakukannya berdasarkan surat edaran Nomor 300/1618 tentang operasional rumah makan, restoran selama bulan suci ramadan.

“Surat edaran ini kami sudah layankan kepada pihak outlet, distributor dan penjualan langsung untuk tidak melakukan penjualan minuman beralkohol pada H-3 sebelum ramadan dan H+3 setelah lebaran,” ungkap Ida Rianti usai melakukan operasi di beberapa THM di Kota Kendari Selasa (15/5).

Dikatakan, dari operasi yang dilakukannya bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Kendari di Winstar Hotel, pihaknya mengamankan sebanyak lima botol minuman beralkohol jenis bir bintang.

“Jadi kami akan memanggil pemilik Winstar Hotel, untuk datang menandatangani surat pernyataan. Karena karyawan Winstar Hotel bedalih belum mengetahui adanya surat edaran yang telah kami layankan sebelumnya,” ujarnya.

Lebih jauh, tutur Ida, sesuai peraturan daerah (Perda) dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2014, bahwa tiga hari sebelum ramadan dan 3 hari sesudah lebaran baru bisa melaksanakan aktifitas jual beli minuman beralkohol.

“Apa bila didapatkan maka THM yang bersangkutan akan dikenakan sanksi berupa pembekuan izin atau bahkan pencabutan izin,” paparnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap THM di Kota Kendari, selama bulan ramadan.

Sementara, Kepala Satpol-PP Kendari Amir Hasan menambahkan, operasi ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari intruksi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Kendari Sulkarnain tentang penutupan THM sementara di bulan suci ramadan.

“Untuk menghargai orang-orang yang beragama Islam dalam menjalankan ibadah puasa,” tambahnya.

Kata dia, pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap THM dan warung makan agar bisa menyesuaikan pada bulan Ramadan. (p6/b/alp)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top