Headline

MUI Sultra Belum Rekomendasi Imunisasi Rubella

 

 

*Dinkes Pastikan Kandungan Vaksin Aman

 

KENDARI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), sampai saat ini belum bersikap terkait boleh tidaknya anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, ikut imunisasi campak dan rubella, atau tepatnya Measles Rubella (MR).

 

Ketua MUI Sultra KH Mursidin menyampaikan, MUI Sultra berpendapat bahwa imunisasi pada prinsipnya dibolehkan. Bahkan MUI sangat mendukung, selama obat yang digunakan tidak mengandung bahan yang diharamkan. “MUI mendukung imunisasi, selama itu obat-obatan yang dipakai tidak mengandung unsur haram,”ungkapnya, Kamis (2/8).

 

Untuk imunisasi MR, kata dia, MUI Sultra belum merekomendasikan apakah boleh atau tidak. Pasalnya, hingga kini fatwa MUI pusat belum ada.

 

Sementara itu, drg Heny, Kabid Penanganan Penyakit Dinkes Sultra mengatakan, vaksinasi MR adalah ikhtiar manusia untuk mencegah lahirnya bayi-bayi dengan sindrom Rubella kongenital.

 

Bayi lahir dengan katarak pada mata (buta), tuli, berat pada organ pendengaran, otak kecil sehingga terlambat perkembangan, dan jantung bocor merupakan dampak dari Rubella. Sehingga ujarnya, vaksinasi MR sangat dibutuhkan bagi anak.

 

Ia memberikan gambaran, biaya operasi katarak kongenital bisa habis Rp 30 juta, biaya implantasi alat bantu dengar yang paling murah Rp 300 juta, dan yang bagus Rp 800 juta, biaya penutupan jantung bocor bisa Rp 50 juta, biaya fisioterapi seumur hidup bisa dihitung sendiri, beban nonmaterial. “Justru ketika terkena penyakit Campak dan Rubela, biaya yang akan kita keluarkan cukup besar,”tuturnya.

 

Di luar negeri, kata dia, imunisasi Rubella sudah lama jadi imunisasi wajib dan masuk program pemerintah. Tahun ini, Indonesia akan memulainya. “Ayo jangan khawatir mari kita sukseskan kegiatan tersebut,”ujarnya.

 

Heny juga menyampaikan, para ahli sudah melakukan penelitian dan menganjurkan imunisasi MR. Sementara dan ulama juga merestui. “Silakan dijalankan dengan hati tenang,”katanya lagi.

 

Ia pun mengingatkan, kalaupun masih ada yang kurang yakin dengan pertimbangan halal haram, sebaiknya kembali mengkaji kembali Al Baqarah ayat 173. “Pahami bagaimana toleransi yang diberikan Allah kepada kita dalam masalah yang urgen dan darurat ini,”tutupnya.

Dilapangan, pro  kontra masih terjadi. Pantauan Rakyat Sultra, saat pelaksanaan vaksinasi MR di TKIT Alqalam, masih ada orang tua siswa yang tidak mau mengikuti vaksinasi. “Kalau saya, masih menunggu kejelasan obat ini dari MUI,” ujar salah salah satu orang tua siswa. (p3)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top