Headline

Kejari Konawe Perluas Cakupan Desa Binaan

UNAAHA – Pembinaan beberapa desa di Kabupaten Konawe dalam Pengelolaan penggunaan Dana Desa (DD) yang dibawah binaan Kejaksaan Negeri Konawe dianggap berhasil. Dari 34 desa binaan awal, kini menjadi 140 lebih desa yang ikut bergabung.

Hal ini diungkapkan langsung Kepala Kejaksaan Negeri Konawe, Saiful Bahri Siregar pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penggunaan Dana Desa di Kabupaten Konawe, Selasa (31/7).

“Semula Kejari Konawe mulai melakukan desa binaan pada Tahun 2016. Waktu itu desa yang kami bina sebanyak 34 desa. Tapi kini insya Allah akan bertambah menjadi 140 an,” ungkap Saiful.

Saiful mengatakan, sejak menjadi desa binaan, Kejari telah memberikan pembinaan berupa bimbingan hukum dan pertimbangan hukum bagi kepala desa bagaimana mengelola Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang baik. Selain itu juga Kejari memberikan perlindungan hukum jika ada masalah atas pengelolaan dana tersebut.

“Kegiatan rakor dan evaluasi ini sudah rutin kami lakukan. Tapi kali inj persertanya luar biasa banyak dan kami tidak duga. Berarti pembinaan yang kami lakukan bermanfaat bagi desa-desa, ” katanya.

Menurutnya, desa binaan Kejari ini adalah satu-satunya yang dilakukan di Sultra. Kegiatan desa binaan ini langsung didalam pantauan Kejaksaan Agung dan Kementerian Desa. Juga di suport oleh Kejaksaan Tinggi Sultra.

“Kegiatan ini langsung dilaporkan ke Kejagung, dari Kejagung dilaporkan ke Kementerian Desa. Kajati Sultra sangat mendukung serta meminta agar desa binaan ini dikembangkan. Mulai Kajati yang lama hingga Kajati yang saat ini, ” terangnya.

Atas Suport ini,  desa binaan Kejari Konawe berkembang di tiga Kabupaten. Diantaranya Kabupaten Konawe Utara,Kabupaten Konawe Kepulauan dan Kabupaten Konawe sendiri.

Ditempat yang sama Pj Bupati Konawe, Tasman Taewa, menyampaikan agar kehadiran Kejari Konawe dalam pembinaan desa betul-betul harus dimanfaatkan oleh kepala desa. Mulai dari perencanaan program hingga pelaporan realisasi anggaran.

“Pembuatan program dan perencanaan jangan buat sendiri, sembunyi-sembunyi,  konsultasikan dengan mereka karena kehadiran mereka sebagai pendamping dan pembina. Mereka akan mengarahkan jika itu tidak sesuai dengan aturan hukum. Jadi manfaatkan dengan baik, ” katanya. Had/Had

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top