Headline

Kejati Terus Dalami Skandal Korupsi RS UHO

KENDARI- Belum lagi kelar bangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Halu Oleo (UHO), kini bertamba ruwet dengan hasil penyelidikan Kejati Sultra yang telah menetapkan dua tersangka. Meski begitu, Kejati Sultra terus mandalami masalah adanya keterlibatan personal lain.  Pihak Kejati tidak pernah menutup kemungkinan untuk perkembangan kasus.

“Kami masih akan melakukan penyidikan lanjutan. Bisa saja nanti ada tambahan tersangka dalam kasus ini,” ujar Janes Mamangkey, Penerangan Hukum, Kejati Sultra, Jumat (3/8).

Proyek RS Pendidikan UHO dianggarkan melalui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) tahun 2015 silam. Besaran anggaran yakni Rp326.500.000.000.

Dari situs resmi uho.co.id, disebutkan, pemenang lelang proyek adalah PT Syafitri Perdana Konsultan. Perusahan ini bersaing dengan tiga belas peserta lain. PT Syafitri Perdana Konsultan menang dengan harga penawaran Rp325.462.000.000.

Meski kini Kejati Sultra telah menetapkan dua tersangka, namun belum ada seorang dari mereka yang ditahan. Kata Janes, pihaknya punya alasan tersendiri.

Sedangkan dari pihak UHO Kendari, masih belum ada tanggapan. Saat wartawan menemui Laode Abdul Hamdan Hakim, Kabag Humas UHO, di ruangannya, ia mengaku tidak berani berkomentar.

Oleh Hamdan, kemudian wartawan diarahkan menemui Wakil Rektor II. Namun yang bersangkutan tidak ada di tempat. Stafnya bilang, beliau sedang ke luar kota untuk urusan kantor.

Sekadar penyegaran, skandal korupsi RS Pendidikan UHO ini menelan kerugian negara sebesar Rp14 muliar. Penyidik telah memeriksa saksi sebanyak 20 orang. Serta menetapkan tersangka berinisial ERW (seorang kontraktor) dan SW (seorang birokrasi UHO). (p15/a/aji)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top