-IKLAN-

Gugatan Konut, Konkep, Butur dan Wakatobi Ditolak , Bupati Pemenang Akan Segera Ditetapkan

56
Calon Bupati Butur terpilih, Drs H Abu Hasan MPd usai mengikuti sidang di MK
Calon Bupati Butur terpilih, Drs H Abu Hasan MPd usai mengikuti sidang di MK

Reporter : Seplin Bachir & Abdul Karim
Editor : Rahmat Akbar

JAKARTA – Sidang putusan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Kepala Daerah telah dibacakan oleh hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (25/1). Lima dari empat daerah di Sultra yang mengajukan gugatan yakni, Kabupaten Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Buton Utara serta Wakatobi ditolak oleh MK.

Alasan penolakan terhadap permohonan atau gugatan pemohon di empat daerah tersebut ditolak pada umumnya karena permohonan yang diajukan tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing). Selain itu juga, selisih suara antara pemohon dengan pasangan calon kepala daerah peraih suara terbanyak melewati ambang batas selisih suara yang ditetapkan dalam pasal 158 UU Pilkada No 8 Tahun 2015 yakni batas maksimal selisih suara 2 persen.

“Permohonan pemohon tidak memenuhi syarat seperti diatur dalam pasal 158 UU Pilkada dan pasal 6 Peraturan MK Nomor 1-5 Tahun 2016,” kata Ketua MK Arief Hidayat ketika membacakan putusan sela (dismissal) di Gedung MK, Jakarta, Senin (25/1).

Sidang dimulai pada pukul 16.30 WIB. Dalam sidang pembacaan putusan sela 4 Pilkada di Sultra, Kabupaten Konawe Kepulauan mendapat giliran pertama. Selanjutnya yang dibacakan Konawe Utara, Buton Utara dan terakhir Wakatobi.

Pantauan, setiap pembacaan putusan, ratusan simpatisan yang hadir sontak mengucapkan syukur dan mengucapkan selamat kepada calon kepala daerah yang saat itu hadir langsung menyaksikan putusan sidang di MK. Berikut pasangan calon bupati 4 daerah yang ditolak oleh MK adalah, Kabupaten Konawe Kepulauan (Nur Sinapoy – Abdul Salam), Konawe Utara (Aswad Sulaiman – Abuhaera), Buton Utara (Ridwan Zakariah – La Djiru) dan Wakatobi (Haliana – Muhammad Syawal).

Sementara Ketua KPU Sultra Hidayatullah, mengungkapkan alasan MK menolak gugatan pasangan calon tersebut karena dianggap tidak memenuhi syarat sebagaimana ditentukan dalam Pasal 158 UU 8/2015 dan Pasal 6 PMK 1–5/2015.

Pasangan Calon bupati dan wakil bupati Komawe Kepulauan terpilih, Ir H Amrullah MT dan Andi Muh Lutfih usai mengikuti sidang di MK.
Pasangan Calon bupati dan wakil bupati Komawe Kepulauan terpilih, Ir H Amrullah MT dan Andi Muh Lutfih usai mengikuti sidang di MK.

Dalam aturan itu, kandidat dapat mengajukan permohonan apabila selisih perolehan suara mencapai dua persen. Adapun empat pasangan calon yang gugatannya ditolak punya selisih suara di atas dua persen dengan para pemenang.

“Makanya, gugatan mereka ditolak karena tidak memenuhi syarat formil,” ungkapnya.

Dengan putusan ini maka empat pasangan calon yang memiliki suara terbanyak akan ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati terpilih. Mereka adalah Abu Hasan- Ramadio (Buton Utara), Amrullah-Andi Muhammad Lutfi (Konawe Kepulauan), Ruksamin-Raup (Konawe Utara), dan Arhawi-Ilmiati Daud (Wakatobi).

Berita terkait

Menurut Hidayatullah, penetapan calon terpilih akan dilakukan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) di empat daerah menerima salinan putusan dari MK.

“Kalau sudah ada, komisioner KPU akan melakukan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih,” kata Hidayatullah yang berada di Jakarta saat dihubungi via telepon, Senin (25/1).

Saat ini, kata dia, mereka masih menunggu perselisihan pilkada Kabupaten Muna. Hingga kini, MK belum menentukan jadwal pembacaan putusan sela untuk pilkada Muna.

“Karena belum ada jadwal, maka sidang pembacaan putusan belum diketahui ,” jelasnya.

Ternyata, ditolaknya gugatan empat pasangan calon itu sesuai dengan prediksi Pengamat Politik Universitas Halu Oleo Kendari Dr Eka Suaib. Eka sebelumnya sudah memprediksi bahwa empat gugatan tersebut akan ditolak majelis hakim.

Hal ini dikarenakan gugatan itu tak memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.

Sementara itu, Calon Bupati Buton Utara Terpilih, Drs H Abu Hasan MPd saat dihubungi sangat mengapresiasi putusan yang telah dilakukan MK. Menurutnya, putusan tersebut sangat rasional, objektif dan kritis. Menurutnya, pasca putusan tersebut, dirinya bersama semua tim akan melakukan konsolidasi untuk mempersiapkan pembangunan di Butur di masa mendatang.

Ia juga berjanji untuk merangkul semua elemen masyarakat Butur baik yang ada di Butur maupun diluar Butur untuk bersama-sama membangun Butur karena kemenangan dirinya bersama Ramadio adalah kemenangan seluruh masyarakat Buton Utara.

Sedangkan Ketua Tim Pemenangan Amrullah- Andi Muh Lutfi (Beramal), Untung Taslim juga mengapresiasi putusan MK. Menurutnya MK sangat konsisten dalam menjaga pilar demokrasi dan menjaga konsistensi tegaknya undang-undang.

“Kita sangat senang karena keadilan bisa ditegakkan,” akunya.

Untung mengimbau kepada masyarakat Konawe Kepulauan agar senantiasa menjaga keamanan sekalipun merayakan euforia kemenangan.

“Kita harap masyarakat Wawonii dan simpatisan Beramal agar merayakan euforia kemenangan ini dengan baik, tenang dan tertib supaya kemenangan ini tidak tercederai,” imbaunya. (*/a)
o

Komentar Pembaca
.