-IKLAN-

Pengamat Prediksi Gugatan Empat Paslon Ditolak

39

180752_592870_MK_gedung_d

KENDARI – Sengketa pilkada Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Buton Utara, dan Wakatobi diprediksi akan ditolak majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) saat pembacaan putusan sela yang dijadwalkan hari ini (25/1). Prediksi tersebut disampaikan Pengamat Politik Universitas Halu Oleo Kendari Dr Eka Suaib saat dihubungi via telepon, Minggu (24/1).

Saat ini, kata Eka, tata cara majelis hakim MK menyidangkan perkara pilkada sudah berubah dibandingkan sebelumnya. Kini, sambungnya , MK tidak lagi mempersoalkan proses tahapan melainkan hasil pilkada.

“Sehingga bayangan saya, gugatan di empat daerah itu akan ditolak MK,” katanya.

Prediksi yang disampaikan Eka Suaib bukan tanpa alasan. Menurutnya dengan fokusnya MK menyidangkan hasil pilkada maka majelis hakim tentu akan memperhatikan undang-undang yang mengamanahkan ambang batas selisih suara 2 persen pasangan calon. Empat daerah itu sendiri punya selisih di atas dua persen.

“Sehingga empat sengketa itu menurut saya akan ditolak. Undang-undang memang mengamanhkan seperti itu. Jadi, kalau tidak puas dengan itu, ubah dulu undang-undang,” jelasnya.

Dia menilai, gugatan yang mempersoalkan money politics, kecurangan penyelenggara pemilu, daftar pemilih tetap, dan mobilisasi PNS tentu akan dikesampingkan majelis hakim MK. Soalnya, pelanggaran seperti itu sudah menjadi ranah panwaslu.

“Jadi kalau ada yang persoalkan money poltics, termasuk kecurangan penyelenggara pemilu, maka ini akan disampingkan oleh majelis hakim,” ungkapnya.

Mantan Anggota KPU Sultra ini mengatakan, dari lima gugatan pilkada Sultra di MK, hanya Muna yang diprediksi akan diterima majelis hakim MK. Soalnya, selisih 33 suara antara yang menang dan kalah sangat kecil.

Berita terkait

“Di samping itu, Muna itu gugatannya soal hasil. Tapi kita tunggu saja apa putusan majelis hakim,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, dia juga mengharapkan kepada stakeholder agar tetap tenang pascaputusan sela majelis hakim MK. Nantinya, apapun yang menjadi putusan MK harus diterima semua pihak.

“Kita butuhkan sikap kenegarawanan untuk menerima putusan MK,” harapnya.

Ketua KPU Sultra Hidayatullah sebelumnya mengatakan akan turut melakukan pengawasan atas pembacaan putusan sela. Dia juga berharap MK konsisten dengan putusan sebelumnya yang menolak sengketa pilkada yang melebihi persentase selisih suara.

“Kita berharap MK konsisten terhadap putusan sebelumnya agar kita juga tidak kewalahan dan bisa fokus pada persiapan pilkada tujuh kabupaten kota di Sultra tahun 2017,” katanya saat ditemui di kantornya, pekan lalu.

Dia sendiri tidak mau berandai-andai mana gugatan yang akan ditolak maupun dilanjutkan. Namun, dia akan bersyukur manakala putusan sela yang dikeluarkan MK menolak gugatan para pemohon.

Memang dari lima gugatan pilkada di Sultra , hanya Muna yang dianggap memenuhi syarat formil. Sengketa pilkada Muna, tambahnya, terus menjadi fokus mereka saat ini. Makanya KPU Muna sedang mempersiapkan bukti-bukti yang bisa menguatkan dalil mereka bahwa pilkada di sana benar-benar tidak ada pelanggaran.

Hingga kini, dari lima gugatan pilkada Sultra, baru Muna yang jadwal putusan selanya belum dirilis MK. Sementara putusan sela untuk gugatan di empat daerah lainnya akan dibacakan hari ini (25/1).(r6/b/mat)

Komentar Pembaca
.