Di Konut Bisa Salat Id di Masjid, Tetapi Wajib Patuhi Enam Syarat dari Bupati

532
Ruksamin

 

WANGGUDU – Bupati Konawe Utara (Konut), Dr. Ir. H. Ruksamin mengumumkan bahwa untuk tingkat kabupaten, tidak akan dilaksanakan salat id secara berjemaah di masjid raya. Jemaah diarahkan beribadah di rumah masing-masing.

Hal itu merujuk pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor: 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1 Syawal 1441 H Ditengah Pandemi Wabah Covid-19.

Meski demikian, untuk tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan, ia tetap memberikan kelonggaran, dengan syarat memperhatikan enam hal yang wajib dipatuhi oleh pengurus masjid dan seluruh jemaah.

Pertama, pihak pengurus masjid mengikuti protokol dasar kesehatan dengan menyediakan alat cek suhu tubuh bagi jemaah. Kedua, siapkan tempat sterilisasi, dengan rekomendasi disinfektan Biocell Konasara.

Ketiga, siapkan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun anti bakterinya. Keempat, atur jarak antar jemaah saat salat. Kelima, wajib pakai masker. Keenam, tidak berjabat tangan dalam kondisi apapun.

“Semua tergantung camat masing masing. Kalau mau laksanakan salat, harus patuhi itu. Kalau tidak bisa, jangan,” ucap Ruksamin tegas.

Lanjutnya, adapun kiat dari Pemda yakni mengerahkan seluruh tim Biocell Konasara, untuk berjaga di seluruh masjid yang dikonfirmasi akan melaksanakan salat id. Tak hanya itu, tim medis dari masing-masing Puskesmas juga harus bertugas di masjid.

“Terakhir saya ingatkan, bagi seluruh masyarakat yang baru datang dari luar Konut, agar mengisolasi diri di rumah selama 14 hari, tidak boleh salat berjamaah di masjid,” tutup orang nomor satu di Konut itu. (p1/b/aji) 

Komentar Pembaca
   
.