Panselnas Restui Muna Laksanakan Tambahan Psiko Tes untuk SKB

336
Sukarman Loke

 

 

RAHA-Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah merestui Kabupaten Muna untuk menyelenggarakan tes psikologi (psiko tes) sebagai tes tambahan Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) penerimaan CPNSD Muna.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Muna, Sukarman Loke ketika dikonfirmasi jurnalis Rakyat Sultra, Selasa (19/5/2020).

“Panselnas telah menyetujui tambahan tes psikologi sebagai salah satu tes SKB penerimaan CPNS Muna,” tegas Sukarman.

Kata Sukarman, untuk mendapatkan persetujuan tersebut tidaklah mudah, sebab BKPSDM harus menyiapkan dokumen yang menguraikan formulasi pelaksanaan tes.

“Tidak semua daerah mampu melakukan itu, saya harus persentasi di panselnas untuk mendapatkan persetujuan itu. Di Sulawesi hanya Muna dan Sulawesi Barat yang disetujui Panselnas untuk menambah satu jenis tes di SKB,” jelasnya.

Ia menerangkan, tes psikologi merupakan salah satu dari beberapa jenis tes yang dibolehkan dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) No. 23 tahun 2019 lampiran satu (1) huruf l angka satu (1) huruf (e) yang menyatakan bahwa setiap daerah diperkenankan menambah satu jenis tes pada tes SKB dengan poin 40 persen.

“Dari beberapa jenis tes yang bisa dilakukan di SKB, kita memilih tes psikologi,” tegasnya.

Mantan Asisten II Setda Muna ini menerangkan, alasan kuat memilih tes psikologi yakni untuk mendapatkan CPNS yang berkualitas dan profesional di bidangnya.

“Seperti untuk formasi guru, kita harapkan guru yang akan diangkat menjadi PNS nantinya adalah guru yang benar-benar dapat menjiwai tugasnya sebagai guru, di mana seorang guru tidak hanya dituntut bisa mengajar di depan kelas, namun seorang guru juga dapat mendidik, ditiru dan dipercaya ,” alasnya.

Demikian pula dengan tenaga kesehatan, dibutuhkan tenaga kesehatan yang juga menjiwai profesinya, bisa melayani orang yang sakit dengan baik dan sepenuh hati. “Untuk mengetahui dan mengukur semua potensi itu, maka dibutuhkan tes psikologi, apakah dapat memenuhi standar yang kita harapkan atau tidak,” jelasnya.

Tes psikologi tersebut terang Sukarman akan dilakukan secara manual, tentunya akan dilakukan secara independen oleh tenaga profesional di bidangnya. “Yang akan menyelenggarakan psiko tes nanti dari Universitas Negeri Makassar, karena UNM adalah universitas di sulawesi yang memiliki fakuktas psikologi dan memiliki assesor yang kredibel,” sebutnya.

Ia menambahkan, dari total bobot tes SKB 60 persen, tes wawancara akan mengambil porsi 40 persen, selebihnya 60 persen dilakukan melalui tes Compputer Assisted Test (CAT). Sementara untuk bobot tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) bobotnya 40 persen.

Sukarman juga menyebutkan, jumlah peserta CPNSD Muna yang lolos pada fase tes SKB sebanyak 489 orang. Sementara untuk waktu pelaksanaan tes SKB, Sukarman belum bisa memastikan waktunya. “Insya Allah waktunya tidak sampai menyeberang tahun 2020,” katanya. (sra/aji) 

Komentar Pembaca
   
.