Pemda Paparkan Program Pemprov di Konut ke DPRD Sultra

44
Pertemuan Jajaran Pemda Konut bersama DPRD Sultra, di Kabupaten Konut.

WANGGUDU, RakyatSultraOnline— Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara (Konut) menerima kunjungan kerja (Kunker) anggota DPRD Provinsi Sultra Dapil VI dalam rangka tinjauan lapangan, dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sultra tahun 2019 di Konut.

Kegiatan berlangsung di Sawa Beach Hotel, Kecamatan Sawa, Sabtu Sore (9/5). Dari enam anggota DPRD Sultra Dapil VI, hanya lima orang yang hadir yakni Wakil Ketua DPRD Sultra, Hery Asiku dari Partai Golkar, Titin Nurbaya Saranani (PAN), Syamsul Ibrahim (PAN), Sri Susanti (PBB), dan Nur Sinapoy (Nasdem).

Sementara itu, Bupati Konut, Ruksamin hadir bersama beberapa perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka kompak memaparkan program Gubernur Sultra, Ali Mazi atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra yang dilaksanakan di Konut.

Dari pihak Dinas Pekerjaan Umum menjelaskan, program Pemprov yang telah dilaksanakan yakni pengerasan jembatan dan pengaspalan beberapa titik, termasuk sebagian jalur Belalo-Meluhu.

Untuk Dinas Perikanan, ada dua pekerjaan fisik di bidang perikanan, namun hingga saat ini masih menunggu arahan dari Pemprov.

Melalui DPRD Sultra, pihak dinas juga mengusulkan pembangunan dermaga dan pengawasan nelayan luar Sultra yang masuk di wilayah Konut.

Lalu Dinas Perumahan, menyampaikan untuk 2019 bantuan perumahan ditempatkan di Kecamatan Andowia dan Asera, pekerjaannya sudah selesai. Sedangkan untuk ini, hanya 5 unit rumah yang dibangun sebab anggaran dipangkas demi penanganan Covid-19.

Kemudian Dinas Kesehatan (Dinkes), dana dari provinsi dilaksanakan dengan menggelar kegiatan non fisik, seperti penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat hingga ke daerah terisolir.

Berita terkait

Dalam kesempatan itu, Bupati Konut, Ruksamin juga mengusulkan beberapa hal ke Gubernur Ali Mazi, melalui DPRD Sultra. Pertama, pembangunan tol yang menghubungkan Desa Lamboluo Kecamatan Motui dengan Kota Kendari.

“Itu tembus di sekitaran rumah sakit Jiwa Puunggolaka. Jaraknya tidak sampai 20 kilometer. Kami sudah ada kajian,” ucapnya.

Kedua, penuntasan aspal jalur Belalo-Meluhu. Dari puluhan kilometer, saat ini tinggal menyisakan jalur sepanjang 17 kilometer saja yang belum diaspal.

Ketiga, di bidang perumahan, ada puluhan KK di Konut yang belum memiliki rumah layak huni. Keempat masalah honorer guru SMA sederajat yang kurang. Ruksamin mengaku mendapat banyak keluhan, namun ia tak bisa berbuat sebab anggaran untuk tingkat SMA menjadi wewenang Pemprov Sultra.

“Gaji honorer guru dibawah naungan Pemda Konut itu Rp 1 juta. Kalau SMA hanya Rp 500 ribu dan itu yang mereka keluhkan. Olehnya dihadapan DPRD Sultra ini, saya mengharapkan bantuannya, agar guru-guru kita juga mendapat perhatian maksimal,” terangnya.

Menanggapi pemaparan Bupati Konut, Ruksamin beserta jajarannya, Wakil Ketua DPRD Sultra, Hery Asiku mengatakan semua data yang disampaikan menjadi bahan untuk dibahas di tingkat provinsi.

“Termasuk semua usulan yang disampaikan tadi, akan kami koordinasikan ke gubernur dan instansi terkait. Kami selalu memberi dukungan atas kinerja Bupati Konut, Ruksamin,” ucap Hery Asiku.

Usai pelaksanaan kegiatan di Sawa Beach Hotel, bupati Konut mengantar rombongan DPRD Sultra meninjau beberapa titik pekerjaan, termasuk dari sektor pariwisata di pantai Taipa. (rs).

Komentar Pembaca
   
.