Pemkot Baubau Emoh Sanksi Penyedia Sembako

Beras Bantuan Tak Layak Konsumsi

587
Beras bantuan tak layak konsumsi dikembalikan oleh pihak Kelurahan Wangkanapi untuk diganti oleh agen penyedia, Jumat (29/5/2020). FOTO : LM Suharlin/Rakyat Sultra.

 

BAUBAU- Meski agen penyedia telah melakukan kesalahan fatal dengan menyuplai beras tak layak konsumsi sebagai bantuan sosial dampak Covid-19 di Kota Baubau, namun Pemkot Baubau seakan adem-ayem saja. Pemkot Baubau seakan tak mampu memberikan sanksi tegas bagi penyedia barang (agen sembako,red) yang diduga milik mantan anggota DPRD Kota Baubau.

Kepala Dinas Sosial Kota Baubau, Abdul Rajab menuturkan pihaknya telah mengetahui sembako yang disuplai oleh penyedia barang yang disalurkan di Kelurahan Wangkanapi itu memiliki kualitas rendah dan tidak layak dikonsumsi. Namun demikian, pihaknya telah berkomunikasi dengan agen penyedia sembako tersebut untuk diganti.

“Sejak saya dapat keluhan itu langsung saya menuju Kelurahan Wangkanapi untuk memastikan. Di sana memang kami menemukan beras yang disuplai itu ternyata ada yang tidak layak konsumsi seperti warnanya sudah berubah, berbau dan berkutu,” tuturnya.

Kata dia, meski melanggar ketentuan kerja sama, Pemkot Baubau tidak bakalan memberikan sanksi pada agen penyedia seluruh sembako bantuan sosial yang disalurkan untuk 11.236 keluarga penerima manfaat di Kota Baubau. Pasalnya, agen penyedia menyanggupi untuk mengganti beras tak layak konsumsi itu dengan beras yang pantas untuk dikonsumsi.

“Kenapa kita harus berikan sanksi tegas kalau mereka (agen penyedia sembako,red) masih manyanggupi untuk mengganti beras. Yang pasti kita minta beras yang layak untuk dikonsumsi,” tambahnya.

Dia menambahkan, dari informasi yang diperoleh pihaknya dari agen penyedia, sembako tersebut tak layak konsumsi diakibatkan terkena air laut saat melangsungkan pelayaran menuju Kota Baubau. Ditambah lagi, penyedia tidak mengetahui kondisi beras tersebut yang telah dikemas didalam karung.

“Saya kira tidak perlu kita ributkan lagi. Karena penyedia telah menyanggupi untuk menggantinya dengan beras yang layak dikonsumsi. Yang pasti pesanan kita beras itu adalah beras kualitas premium bukan beras kepala seperti yang diisukan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, bantuan sosial yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Baubau tahun 2020 itu telah disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat. Dimana, didalamnya terdapat minyak goreng sebanyak 2 liter, telur ayam ras sebanyak 1 rak dan beras seberat 36 kilogram.

“Asumsi kita anggarannya itu sebesar Rp 500 ribu. Tapi kita bisa dapat diagen penyedia sembako harga barang itu ada sebesar Rp 484 ribu. Jadi ada sisanya sebesar Rp 16 ribu,” tegasnya.

Sebelumnya, warga Kelurahan Wangkanapi Kota Baubau berbondong-bondong mengepung kantor Kelurahan Wangkanapi untuk mempertanyakan pembagian beras yang tak layak konsumsi itu. Padahal, warga telah berharap lebih kepada Pemkot Baubau untuk mendapatkan perhatian ditengah pandemi virus Corona di Kota Baubau.

“Beras yang dibagi ini tidak layak untuk dikonsumsi manusia. Beras yang menjadi bantuan sosial oleh Pemkot Baubau ini layaknya dijadikan makanan ternak bukan untuk kami,” singkatnya. (m2/b/aji)

Komentar Pembaca
   
.