Pemkot Baubau Salurkan Sembako Tak Layak Konsumsi

2.037
Ketua RT 04 RW 02 Kelurahan Wangkanapi Kota Baubau, Subandri saat memperlihatkan beras tak layak konsumsi yang disalurkan oleh agen penyedia, Jumat (29/5/2020). FOTO : LM Suharlin/Rakyat Sultra.

 

BAUBAU- Pengucuran bantuan sembako oleh Pemerintah Kota Baubau akibat dampak pandemi Covid-19 diprotes sejumlah warga Kelurahan Wangkanapi, Kota Baubau. Betapa tidak, beras yang disalurkan pada Jumat (29/5/2020) itu memiliki kualitas rendah dan tak layak dikonsumsi.

Salah seorang warga, La Saleh menuturkan pihaknya sangat menyayangkan langkah pemerintah yang seakan tidak memedulikan nasib warga di tengah pandemi virus corona di Kota Baubau ini. Padahal di tengah lesuhnya perekonomian Kota Baubau saat ini sangat dibutuhkan peran pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat.

“Kami sangat kecewa dengan beras yang dibagikan sebagai bantuan sosial dampak covid-19 ini. Tadinya kami sangat menyanjung upaya Pemkot Baubau yang sigap dalam memperhatikan masyarakatnya. Tetapi apa yang dilakukan ini membuat kami sangat kecewa,” tuturnya.

Kata dia, beras yang disalurkan seberat 36 kg melalui agen penyedia itu dinilai tak layak untuk dikonsumsi oleh pihaknya. Di mana, selain beras itu berkutu dan berbau beras yang disalurkan juga ternyata telah berubah warna menjadi kehitam-hitaman dan serta berdebu.

Salah seorang warga, La Saleh yang merasa kecewa atas sembako yang disalurkan oleh Pemkot Baubau yang tak layak konsumsi, Jumat (29/5/2020). FOTO: Suharlin/Rakyat Sultra

 

“Ini tidak cocok dimakan oleh manusia. Cocoknya dimakan oleh ternak peliharaan. meskipun kami miskin tapi kami tidak ingin makan makanan yang tidak layak dikonsumsi seperti ini,” tambahnya.

Dia menambahkan, dari informasi yang diperoleh pihaknya, beras yang disalurkan merupakan beras kepala dengan kualitas paling baik. Pasalnya sembako yang menjadi bantuan sosial oleh Pemkot Baubau itu setara nilainya dengan uang sebesar Rp 500 ribu.

“Ini bukan beras kepala kualitas baik yang disalurkan. Paling harga perkilonya mungkin tidak cukup Rp 9 ribu. Dari pada seperti ini dan muncul rasa curiga oleh warga lebih bagus diuangkan saja nanti warga sendiri yang belanja,” jelasnya.

Beras tak layak konsumsi dikembalikan oleh pihak Kelurahan Wangkanapi untuk diganti oleh agen penyedia, Jumat (29/5/2020). FOTO : LM Suharlin/Rakyat Sultra.

Sementara itu, Ketua RT 04 RW 02 Kelurahan Wangkanapi, Kota Baubau, Subandri menjelaskan pihaknya hanya membantu menfasilitasi masyarakat penerima bantuan untuk menerima bantuan sosial tersebut dan mengawasi penyuplaian sembako hingga ke tangan warga penerima manfaat.

Namun demikian, bila ditemukan sembako yang rusak pihaknya meminta warga untuk mengembalikan di Kelurahan Wangkanapi untuk diganti.

“Saya sudah beri tahu wargaku kalau sudah tiba dirumah cek dulu berasnya apa layak untuk mereka konsumsi atau tidak. Kalau kualitasnya tidak bagus maka saya siap fasilitasi mereka untuk dikembalikan dan diganti dengan beras yang bagus,” ucapnya. (m2/b/aji)

Komentar Pembaca
   
.