Rajiun Instruksikan Portal Penjagaan Covid-19 Ditata Ulang

426
Portal penjagaan Gugus Tugas Covid-19 di desa-desa. Tak jarang, dalam satu lintasan bisa ditemukan tiga sampai empat pos penjagaan. Foto: Ery/Rakyat Sultra

 

 

LAWORO – Sterilisasi pencegahan penyebaran Covid-19 di kabupaten Muna Barat (Mubar) tak bisa dipungkiri masif dilakukan.

Tak heran, setiap desa disana, ada portal-portal penjagaan pengecekan suhu tubuh serta penyemprotan disinfektan bagi para pengunjung. Kendati begitu, Bupati La Ode M Rajiun Tumada mengintruksikan pada Sekretaris Daerah (Sekda) agar pos penjagaan ditata ulang.

Penataan ulang portal yang dilontarkan Mubar-1 bukan tanpa sebab. Melainkan, pada efektifitas penggunaan posko agar betul-betul sesuai dengan protokol penanganan virus.

“Posko itu harus dijaga dengan gugus tugas yang sudah dibentuk sampai tingkat desa. Semua dilengkapi dengan APD. Kalau pos jaga tidak bermanfaat janganmi digunakan. Sekda tolong evaluasi kembali,” titah Bupati La Ode M Rajiun Tumada, Sabtu (9/5/2020).

Rajiun mengaku, setiap malam dirinya melakukan patroli tanpa sepengetahuan gugus tugas. Dilapangan, banyak hal dikejutkan. Mulai, ada posko tapi tak ada penjagaan, kemudian terkadang dijaga oleh orang yang tidak sama sekali berkompeten alias gugus tugas penanganan virus.

“Pos jaga, dijaga yang bukan petugas. Yang melakukan pengukuran suhu juga bukan petugas. Penyemprotan juga, tidak bisa dipastikan apakah itu disinfektan atau air. Apa manfaatnya sebenarnya. Coba dicek. Kalau itu terjadi, saya turunkan inspektorat, bisa saja penyalahgunaan dana Covid di desa,” terang Rajiun.

Suami Hj Herlina Jie Susilawati Madek ini juga menyinggung banyaknya portal penjagaan dalam satu jalur yang sama. Kata dia, dalam satu lintasan bisa ditemukan tiga sampai empat pos penjagaan.

“Tidak jauh kita pergi kita berhadapan lagi dengan petugas. Sudah terlalu ketat mi juga saya rasa. Tolong ya. Liat juga pemanfaatannya. Portal diatur kembali. Misalnya, hari ini desa A, besok desa B, C dan seterusnya. Kemudiaan, penjagaan juga harus dengan kata-kata yang baik,” jelas Rajiun Tumada.

Sementara untuk penjagaan diperbatasan, lanjut Rajiun, tetap dilakukan super ketat pemeriksaannya. Sebab, sifatnya transit atau tempat keluar dan masuknya para pengunjung antar daerah. (m1/b/aji)

Komentar Pembaca
   
.