Semoga Tidak Ada yang “Main Mata” dalam Kasus PT Bososi Pratama

381
Jaswanto. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.

 

KENDARI – Tim Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Mabes Polri baru saja menetapkan tiga tersangka dugaan illegal mining perambahan kawasan hutan yang dilakukan di wilayah konsesi PT. Bososi Pratama.

Ketiga tersangka tersebut diketahui adalah pimpinan perusahaan join operasional di PT. Bososi Pratama yakni Direktur PT. RMI, Direktur PNN dan Direktur PT. PNM.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Presidium Format Sultra, Jaswanto saat dikonfirmasi Senin (18/5), mengungkapkan, sejak awal ia menyoroti kinerja para penyidik Tipidter Bareskrim Mabes Polri itu.

Ia pun berharap tak ada perilaku “main mata” dari penyidik Bareskrim Mabes Polri dalam menangani dugaan illegal mining PT. Bososi Pratama.

“Kami nilai penindakan yang dilakukan para penyidik tipidter Bareskrim Mabes Polri ada kesan sandiwara yang mereka mainkan. Semoga dugaan saya tidak benar,” katanya.

Jika hanya tiga direktur join operasional di PT Bososi Pratama yang ditetapkan tersangka, dinilai syarat akan kepentingan sehingga makin menguatkan adanya dugaan tawar menawar yang nantinya akan terjadi, agar Direktur PT Bososi Andi Uci lolos dari jeratan hukum.

“Ini justru terkesan seperti sandiwara demi meloloskan Andi Uci, karena tiga direktur itu kerja diatas IUP Bososi, tidak mungkin tanpa sepengetahuan Andi Uci sebagai pemilik,” ucapnya.

Lanjut Jaswanto, untuk memulihkan kepercayaan masyarakat Sultra, Bareskrim Mabes Polri harus menetapkan status tersangka ke Direktur PT. Bososi Pratama, Andi Uci sekaligus menahannya sebagai dalang terjadinya indikasi perambahan kawasan hutan di Konut. (p1/b/aji) 

Komentar Pembaca
   
.