Sukarman Yakin Bupati Restui Tambahan Psikotes SKB

494

 

 

Sukarman Loke

 

RAHA-Rencana Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Muna untuk menambah satu jenis tes (tes psikologi) pada fase Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNS) Muna, mulai menuai pro kontra, baik melalui jejaring media sosial maupun pada diskusi-diskusi tak resmi, sebab penambahan satu jenis tes ini ditengarai akan menimbulkan subyektifitas dalam penilaian kelulusan CPNSD Muna.

Menjawab keresahan ini, Kepala BKPSDM Muna, Sukarman Loke menegaskan, rencana ini tak perlu dipolemikkan, sebab penambahan satu jenis tes di SKB ini rujukannya adalah Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) No. 23 tahun 2019 lampiran satu (1) huruf l angka satu (1) huruf (e) yang menyatakan bahwa setiap daerah diperkenankan menambah satu jenis tes pada tes SKB dengan poin 40 persen.

Lanjutnya, Kabupaten Muna juga telah mengantongi izin dari Panselnas. “Bagi saya, sepanjang ada regulasinya tidak perlu pro kontra. Yang harus pro kontra itu ketika tambahan tes itu dibuat-buat atau aturannya dikarang-karang. Yang kontra itu karena belum membaca dan memahami aturannya,” kata Sukarman.

Mantan Asisten II Setda Muna ini yakin, rencana tamabahan tes psikologi pada tes SKB akan mendapat persetujuan dari Bupati Muna, LM Rusman Emba. “Insya Allah, pak bupati restu,” tegasnya.

Menjawab keraguan banyak pihak terkait kemurnian tes SKB ini, Sukarman menjamin pelaksanaan tes SKB ini tetap murni.

“Tidak usah khawatir, tes ini murni. Kuncinya belajar saja,” jaminnya.

“Jangan selalu mencurigai orang atau pemerintah. Niat kita baik untuk memperbaiki daerah ini. Marilah kita berfikir positif, jangan berpikir negatif,” tambahnya. (sra/aji)

Komentar Pembaca
   
.