Blokade Jalan di Kabawo Dibuka, Alat Berat Mulai Bekerja

313

 

Alat berat turun meratakan jalan berlubang. Massa aksi foto bersama dengan perwakilan Dinas PU Sultra, perwakilan DPRD Sultra dan Kapolres Muna.

 

 

RAHA – Aksi blokade jalan di Desa Laiba dan Desa Laimpi Kecamatan Kabawo akhirnya dibuka pada Sabtu (27/6/2020), setelah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Muna menurunkan alat berat untuk meratakan jalan berlubang di sepanjang jalan Desa Laimpi-Laiba.

Edy Uga, Kepala Dinas PU Muna langsung memerintahkan satu unit alat berat untuk memindahkan blokade dan meratakan jalan berlubang.

Selain menurunkan alat berat, tuntutan massa aksi Gerakan Masyarakat Kabawo (Germas) untuk melakukan pengaspalan jalan juga digaransi oleh perwakilan Dinas PU Pemprov Sultra yang diteken oleh Beny Indra, ST MT dan perwakilan DPRD Sultra Dapil Muna-Butur, LM Marshudi bahwa akan diusahakan pada APBD-P 2020, jika tidak akan menjadi skala prioritas untuk dianggarkan tahun 2021.

Sebelum program pengaspalan terealisasi, maka Dinas PU Muna akan mengfungsionalkan poros Laimpi-Laiba menggunakan material batu picah Moramo yang telah melalui uji laboratorium, paling lambat 30 hari setelah pernyataan dibuat. Jika tidak, maka massa akan kembali turun melakukan aksi pemblokiran jalan. Pemerintah juga diminta untuk melakukan perawatan jalan, sehingga tak berdebu di musim kemarau.

Sementara itu LM Marshudi, anggota DPRD Sultra yang turun langsung bersama Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Sultra menyatakan sikap siap mengawal aspirasi masyarakat ini hingga tuntas, sampai jalan provinsi yang menghubungkan Muna-Buton Tengah ini tuntas teraspal.

Sebagai anggota DPRD Sultra Dapil Muna dan Muna Barat, politikus PKB ini merasa nuraninya terpanggil untuk membantu masyarakat.

“Kasian masyarakat pengguna jalan, melalui jalan itu cukup sulit. Bukan hanya pengguna nalan, tapi masyarakat di sepanjang jalan itu juga terganggu, siang berdebu, hujan becek,” ucapnya. (sra/aji)

Komentar Pembaca
   
.