Diduga Lakukan Penipuan, Direktur PT Adhi Kartiko Pratama Jadi Tersangka

88
Pihak PT Adhi Kartiko Mandiri

 

KENDARI – Direktur PT Adhi Kartiko Pratama (AKP), Ivy Djaya Susantyo resmi menyandang status tersangka atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan oleh Kepolisian Daerah Sultra. Status tersebut diketahui dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diberikan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sultra kepada pelapor bernama Obong Kusuma Wijaya.

Obong merupakan komisaris PT Adhi Kartiko. Kini, perusahaan PT Adhi Kartiko yang bergerak di bidang pertambangan berubah nama menjadi PT Adhi Kartiko Mandiri, di mana Obong tetap sebagai komisaris dan Simon Takaendengan sebagai direktur.

Ia mengaku sangat mengapresiasi kinerja penyidik yang menetapkan Ivy sebagai tersangka. Karena itu, ia meminta para pihak untuk tidak menjalin kerja sama dengan PT Adhi Kartiko Pratama. Sebab PT Adhi Kartiko Mandiri merupakan pemilik izin usaha pertambangan (IUP) di Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara.

“Pemilik resmi IUP itu adalah kami dan tidak pernah kami perjualbelikan sebelumnya. Argumen pihak PT Adhi Kartiko Pratama sebagai pemilik sah IUP itu sama sekali tidak bisa dibuktikan,” jelasnya di Kendari, Senin (22/6).

Kuasa Hukum Obong Kusuma Wijaya, Jonatan Nau mengatakan penetapan Ivy sebagai tersangka karena Direktur PT Adhi Kartiko Pratama itu mengaku telah membeli 100 persen saham PT Adhi Kartiko dan mengubah nama PT Adhi Kartiko menjadi PT Adhi Kartiko Pratama. Padahal, PT Adhi Kartiko sendiri tidak pernah menjual saham kepada siapapun.

Pihaknya pun mengungkit kalau PT Adhi Kartiko Pratama pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta asal Rusia. Dalam perjalanannya, perusahaan swasta asal Rusia ini melakukan legal audit dengan mencari keabsahan berdirinya PT Adhi Kartiko yang katanya telah menjelma menjadi PT Adhi Kartiko Pratama.

Sayangnya, PT Adhi Kartiko Pratama tak mampu membuktikan dirinya berasal dari PT Adhi Kartiko. Sehingga perusahaan swasta asal Rusia itu memutuskan kerja sama dan meminta ganti rugi kepada PT Adhi Kartiko Pratama.

“Bagaimana keputusannya, kami tidak tahu. Makanya kami sengaja konferensi pers agar jangan ada lagi yang bekerja sama dengan PT Adhi Kartiko Pratama. Jangan sampai, nasibnya seperti perusahaan asal Rusia itu,” ungkapnya.

PT Adhi Kartiko sendiri memang memiliki izin usaha pertambangan seluas 1.975 hektare di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara. Dan kini, perusahaan itu telah berubah nama menjadi PT Adhi Kartiko Mandiri.

Jonatan mengaku kalau Polda Sultra sudah melakukan police line di lokasi IUP untuk menghindari adanya kejahatan berulang yang dilakukan. “Dan kami apresiasi langkah yang diambil pihak kepolisian,” pungkasnya. (rir/aji)

Komentar Pembaca
   
.