Lagi, Oknum Perangkat Kelurahan Sunat Dana BLT

1.055
Lurah Tarafu Kecamatan Batu Poaro Kota Baubau, Waode Nikmatia S.Sos yang didampingi Babinsa, Waode Diha dan Keluarga saat mengembalikan dana BLT yang disunat oleh oknum perangkat Kelurahan Tarafu, Selasa (2/6/2020). FOTO : LM Suharlin/Rakyat Sultra.

BAUBAU- Entah apa yang ada dalam benak oknum perangkat Kelurahan Tarafu, Kecamatan Batu Poaro, Kota Baubau yang tega menyunat dana bantuan sosial warga terdampak covid-19. Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang harusnya diterima Rp 600 ribu perkepala keluarga, dipotong hingga Rp 300 ribu dengan alasan yang tak pasti.

Kali ini, wanita paru baya yang tak lagi memiliki mata pencaharian, Waode Diha menjadi korban praktek “lintah darat” oknum perangkat kelurahan itu. Akibatnya, pihak keluarga korban melayangkan protes kepada pihak Kelurahan Tarafu, Selasa (2/6/2020).

Junet, keluarga Waode Diha menuturkan, pihaknya mendapat kabar dari salah seorang bibinya atas tindakan oknum yang tak bertanggung jawab dalam memangkas dana bantuan yang menjadi hak neneknya. Dana bantuan tersebut merupakan bantuan masyarakat terkena dampak Covid-19 yang diperuntukkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat ditengah pandemi virus mematikan ini.

“Bibi saya sempat kesal dengan kelakuan perangkat kelurahan ini. Makanya saya bersama nenek datang di Kelurahan Tarafu untuk mempertanyakan pemotongan yang saya tidak tahu maksud dan tujuannya,” tuturnya.

Kata dia, setelah mempertanyakan pada pihak kelurahan, dana yang diserahkan malam hari tersebut kemudian dikembalikan kepada nenek Waode Diha siang menjelang sore hari ini. Bahkan pihak kelurahan telah meminta maaf atas perbuatan perangkatnya yang tidak diketahuinya itu.

“Sudah dikembalikan sesuai dengan besaran bantuan yang disalurkan yaitu Rp 600 ribu. Dan kami telah memaafkan kekhilafan perangkat Kelurahan Tarafu itu,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Tarafu, Woade Nikmatia S.Sos menjelaskan pihaknya tidak mengetahui persis tindakan oknum RT di wilayahnya yang melakukan pemotongan dana bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dikucurkan oleh pihak PT POS Indonesia itu. Pasalnya, sesaat penyaluran bantuan pihaknya telah mewanti-wanti perangkatnya untuk memberikan dana tersebut secara utuh tanpa ada pemotongan dalam bentuk apapun.

“Tadi malam PT POS Indonesia menyalurkan bantuan ini di Kelurahan Tarafu. Kemudian kami menindak lanjutinya dengan memanggil para penerima manfaat ini untuk menerima langsung bantuannya melalui tangan pegawai PT POS Indonesia yang bertandang di Kelurahan Tarafu,” jelasnya.

Dijelaskan, dalam penyaluran yang dilakukan pihaknya terdapat 41 warga penerima manfaat yang menerima langsung dana bantuan tersebut. Namun masih tersisa 6 penerima manfaat yang belum menerimakan bantuannya.

“Kalau total penerima di Kelurahan Tarafu itu sebanyak 197 KK. Tapi tadi malam disalurkan pada 41 warga yang tidak sempat mengambil di kantor PT POS Indonesia. Kemudian ada 4 KK yang tidak disalurkan karena berada diperantauan sementara 2 KK lainnya tidak diketahui lagi keberadaannya,” ujarnya.

Dia mengatakan, dari sekian banyak penerima manfaat tersebut terdapat satu penerima yang dipotong dana bantuannya. namun demikian, pihaknya telah meminta oknum RT tersebut untuk mengembalikan hak dari penerima manfaat itu.

“Sudah dikembalikan sesuai dengan besaran yang harus diterimakan oleh para penerima manfaat ini. Penyerahannya langsung diberikan kepada Waode Diha dan disaksikan oleh pihak Babinsa, keluarga Waode Diha dan sejumlah perangkat Kelurahan Tarafu,” tutupnya. (m2/b/aji)

Komentar Pembaca
   
.