Maklumat Kapolri Dilanggar, Warga Nekat Gelar Acara Joget dan Lulo di Pulau Bakealu

1.906
Warga Kabupaten Muna menyerbu Pantai Bakealu, Minggu (31/5).Mereka juga lulo bersama, padahal masih dalam masa pandemi covid-19.

 

RAHA-Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan kelakuan warga yang menggelar acara lulo dan joget bersama di tengah wabah pandemi Covid-19. Aktifitas tersebut diketahui berlokasi salah satu objek wisata di Pulau Bakelau Kecamatan Wakorumba Selatan Kabupaten Muna, Minggu (1/6) pada umumnya diikuti oleh ABG.

Acara yang diperkirakan melibatkan ratusan bahkan mencapai ribuan orang ini menjadi sorotan banyak pihak. Betapa tidak, acara kumpul-kumpul yang melibatkan massa ini sangat membahayakan dan jelas-jelas melanggar Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona.

Disisi lain Pemkab Muna melalui Dinas Pariwisata telah menerbitkan instruksi Nomor 556/122/2020, untuk menutup seluruh aktifitas wisata dan rekreasi di objek-objek wisata di Kabupaten Muna selama pandemi Covid-19, mulai tanggal 24 Maret hingga waktu yang belum ditentukan.

Foto kegiatan lulo dan joget yang melibatkan banyak warga ini ramai diposting oleh pemilik akun media sosial facebook, diantaanya akun fb Perill dengan caption “Bakealu Island lalu menuliskan tagar #MunaTerserah!. Kemudian akun La Bio Kdi menuliskan “Beginilah New Normalnya Orang Muna, Corona juga ikut Molulo”. Akun Vicky Adhi Purnama juga menulis postingan, lebih berbahaya carlota.

Yang lebih mengejutkan lagi adalah postingan akun, Abu Fauzan di grup Kamba Wuna. Dalam postingannya, Abu Fauzan mengungkap, mereka yang dinyatakan positif Covid-19 klaster KM Dorolonda, ikut dalam acar joget dan lulo di Pulau Bakealu, sebelum akhirnya dijemput oleh petugas kesehatan di rumahnya.

Namun hingga berita ini diturunkan, pemerintah setempat belum berhasil dikonfirmasi. Kadis Pariwisata, Amiruddin Ako juga belum berhasil dikonfirmasi, karena nomor hand phonenya sedang tidak aktif. Informasi yang dihimpun jurnalis Rakyat Sultra dari berbagai sumber, acara joget dan lulo tersebut terselenggara dalam rangka peresmian objek wisata Pulau Bakealu. Namun belum ada pihak yang kompeten yang membenarkan informasi itu.

Sementara itu Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho melalui Kapolsek Wakorumba Selatan, AKP Andi Zulkivar membenarkan informasi acara lulo dan joget di Pulau Bakealu pada Minggu (31/5/2020).

Ia mengatakan, saat acara lulo dan joget digelar di tengah kondisi cuaca hujan lebat sehingga aktifitas massa di Pulau itu tak termonitor dengan baik.

Zulkivar mengatakan, pihaknya sempat menghalau sekelompok remaja yang menggunakan sepeda motor di Dermaga Pure yang coba menyebrang di Pulau Bakealu.

“Ada beberapa remaja yang mau menyebrang, tapi berhasil kita halau dan tak diizinkan menyebrang ke Bakealu. Persoalannya, Bakealu ini adalah pulau, kita halau di dermaga Pure, tapi mereka bisa lolos melalui jalur lain menggunakan kapal,” terangnya.

Terkait antisipasi adanya warga yang berwisata di Bakealu, pihak Polsek Wakorsel telah berkoordinasi dengan pemerintah desa agar menutup objek wisata tersebut.

“Dua hari sebelum lebaran, saya sudah koordinasi dengan pemerintah desa, agar menutup objek wisata itu. Di Pulau Bakealu juga bahkan kita sudah pasang baleho larangan berwisata atau rekreasi untuk mencegah penularan Covid-19. Ternyata imbauan itu tak diindahkankemarin (Minggu_red). Pak Sekdes Bakealu juga mengaku kewalahan menghalau warga yang piknik, sebab kehadiran warga ini tak disangka-sangka. Katanya, kalau warga sudah terlanjur ada di dalam pulau, sulit untuk disuruh pulang, malah akan mengundang keributan,” pungkas Zulkivar.

Tak tinggal diam, Senin (1/6/2020) Zulkivar bersama Kanit Provos Polsek Wakorsel, Bripka Kamaludin langsung menggelar pertemuan untuk menyamakan persepsi dan komitmen dalam rangka pencegahan wabah Covid-19, dengan pihak-pihak terkait yakni Sekcam Wakorsel, Satgas Covid Kecamatan Wakorsel dan Satgas Covid Desa Bakealu, Kepala Puskesmas Wakorsel, Sekdes Bakealu, Tokoh agama,pemuda,adat dan tokoh masyarakat Desa Bakealu.

“Kita menyamakan persepsi dan berkomitmen untuk sama-sama bekerjasama melakukan upaya pencegahan dan penanganan wabah Covid-19 dengan cara menghalau warga yang akan berwisata di Pulau Bakealu serta menutup objek wisata tersebut selama wabah pandemi ini,”kata Zulkivar.

Pihaknya juga kembali memasang baleho larangan berwisata di Pulau Bakealu yang dipasang di beberapa titik, seperti di Dermaga Pure dan objek wisata Pulau Bakealu.

“Kami sudah komitmen untuk bekerjasama dan bersinergi menghalau warga yang hendak berwisata di Pulau Bakealu. Bahkan tadi (Senin_red) ada beberapa kapal dari Raha yang akan masuk ke Pulau Bakealu kita halau, tidak diperbolehkan masuk,” tegasnya. (sra/aji)

Komentar Pembaca
   
.