Pos Angkatan Laut Torobulu dan Warga Bersih-bersih Situs Peninggalan Perang Dunia II

48
Anggota Posal Torobulu dan warga Desa Torobulu bersama-sama membersihkan situs sejarah peninggalan Perang Dunia II.

 

KENDARI – Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Torobulu yang berada di bawah jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari, Lantamal VI, Koarmada II bersama warga Desa Torobulu merajut sinergitas mempelopori pelestarian dan perawatan situs sejarah benteng peninggalan Jepang di Perang Dunia ke II, baru-baru ini.

Dengan mengusung tema “Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Bisa Menghargai Sejarah”, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Pos TNI AL (Danposal) Torobulu, Letda Laut (T) Dadang Nur Wahyudi.

Kepada awak media, Letda Dadang mengatakan, pelaksanaan kegiatan bersih-bersih situs sejarah didasari atas perintah Danlanal Kendari, Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia agar setiap Danposal wajib bertanggung jawab dan peduli dengan keberadaan sekitar Posal masing-masing.

“Sinergitas antara Posal Torobulu dengan warga Desa Torobulu dalam kegiatan pelestarian dan perawatan benteng peninggalan sejarah ini bertujuan agar masyarakat sekitar peduli dan meningkatkan rasa nasionalisme terhadap peninggalan sejarah,” tuturnya.

Disamping itu, lanjut Letda Dadang, dengan adanya aksi bersih-bersih peninggalan situs sejarah, secara tidak langsung berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar melalui pemanfaatan sektor pariwisata.

“Demi kemajuan ekonomi dan perkembangan desa menjadi desa yang mandiri dan sejahtera sehingga dapat menggali potensi dari sektor pariwisata yang ada di Desa Torobulu,” ujar Danposal.

Sementara itu, Kepala Desa Torobulu, Nilham mengungkapkan, keberadaan benteng-benteng peninggalan sejarah memang sudah lama dan tidak terawat.

Ia mengaku, kurang lebih ada tiga benteng yang berada di depan Posal Torobulu dan masih banyak peninggalan lain yang keberadaannya belum ditemukan.

“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada TNI AL sehingga dapat terjalin kerjasama yang baik dengan warga demi kemajuan potensi Desa Torobulu,” terang Nilham.

Dirinya berharap, sinergitas dalam aksi bersih-bersih situs sejarah terus berkelanjutan dan diadakan setiap hari Jumat.

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut para Kepala Dusun Torobulu dan warga Desa Torobulu. (r6/b/aji)

Komentar Pembaca
.