Sekolah Rencana Dibuka Pertengahan Juli 2020

1.403
Talk Show tentang rencana pembukaan sekolah menjelang pemberlakukan new normal di Sultra. 

KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara akan memberlakukan penerapan skenario new normal bagi sekolah di Sultra pada pertengahan Juli 2020 mendatang

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Drs. Asrun Lio, M.Hum, Ph.D  kepada awak media. Katanya, penerapan new normal  pendidikan di Sultra akan dijalankan secara efektif pada Juli atau habis libur tahun ajaran baru 2020/2021. Bersamaan dengan itu, kebijakan kehidupan normal baru atau new normal life juga akan segera diterapkan oleh pemerintah.

“Meskipun tidak dalam belajar penuh dan tidak disampaikan libur, tetapi kondisi sekarang, siswa akan menerima rapor secara daring lalu dia akan libur pada tanggal 22 Juni hingga 13 Juli 2020. Setelah 13 Juli  2020   itu baru kita masuk tahun ajaran baru 2020/2021,” ungkap Asrun Lio di sela acara Talk Show yang digelar posko gugus tugas Covid 19 Sultra, Senin (1/6/2020).

Dia mengatakan, skema yang mungkin diterapkan pada penerapan new normal di sekolah bergantung dari karakteristik masing-masing sekolah.

“Yang pasti sesuai kalender pendidikan, tahun ajaran baru kita akan belajar. Banyak pilihan skema belajar, apakah belajarnya tetap daring atau pada daerah -daerah tertentu yang sudah benar-benar aman itu sudah boleh dengan keterbatasan-keterbatasannya, seperti jarak siswa, mungkin juga jam belajar yang tidak penuh, sekolah juga harus menggunakan protokol kesehatan secara ketat,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya telah menerima surat Kemendagri untuk menyiapkan tatanan hidup baru khususnya di dunia pendidikan.

“Jadi memang sudah ada surat dari Kementerian Dalam Negeri untuk menyiapkan new normal atau  tatanan hidup baru ini. Dua minggu ke depan, kami akan menyiapkan bagaimana siswa dan guru akan menghadapi satu kehidupan normal yang baru. Yang tadinya sebenarnya kita sudah pernah hidup normal, namun akibat pandemi covid-19 ini, kita akan menghadapai tatanan kehidupan yang baru,” jelasnya.

Asrun lio mengungkapkan bahwa protokol kesehatan di sekolah pada prinsipnya tidak akan jauh berbeda dengan yang sudah ada, yakni dengan menjaga jarak (physical distancing), memakai masker, dan rajin mencuci tangan.  Selain itu pihaknya juga akan mendistribusikan masker untuk seluruh siswa dan guru agar digunakan dalam proses belajar-mengajar di sekolah, demi mencegah pandemi covid-19.

“Siswa dan guru dalam proses belajar mengajar menerapkan protokol kesehatan yang sudah ada, khususnya di dunia pendidikan. Bahwa sekolah tetap, tetapi harus menjalankan protokol kesehatan. Guru dan murid harus mengatur jarak, guru dan murid harus memastikan di sekolah itu punya sarana cuci tangan.  Untuk itu pemerintah hadir untuk menyiapkan itu termasuk masker untuk siswa dan guru,” katanya.

Gubernur Siapkan Dana Stimulus untuk Guru Honorer dan Siswa

Asrun lio juga menyebutkan, Gubernur melalui  Dikbud Sultra akan memberikan stimulus kepada 4000 guru honorer sebesar Rp1 juta per orang. Guru honorer yang dapat adalah mereka yang mengatongi surat keputusan (SK) gubernur dan SK Kepala Sekolah.

“Prosesnya sementara permintaan nomor rekening. Ada 3.700 guru honorer SK gubernur dan 300 guru honorer SK kepala sekolah. Mereka kita anggap termasuk orang orang perlu mendapatkan bantuan ,” ungkapnya

Tidak hanya guru honorer, Dikbud Sultra juga memberikan stimulus sebesar Rp200 ribu per siswa untuk seluruh siswa SMK/SMA yang aktif.

Untuk diketahui jumlah siswa SMA/SMK di Sultra sebanyak 128.064 siswa, terdiri atas 91.545 siswa SMA, 33.636 Siswa SMK dan 2.883 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).  Sementara untuk jumlah guru SMA/SMK /SLB sebanyak 10.527 orang yang terbagi pasa 541 SMA /SMK dan SLB. (p2/b/aji)

Komentar Pembaca
   
.