Demi Kemajuan Perekonomian Konsel, Senawan Silondae Ingin Raperda RTRW Ditetapkan

93
Senawan Silondae

 

ANDOOLO – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Konawe Selatan hingga kini tak kunjung disahkan. Padahal dokumen telah lengkap diajukan Pemda ke DPRD.

Bila pembahasan tersebut tidak rampung tahun ini maka akan berdampak pada proses ulang permohonan Persetujuan Substansi ke KATR/ BPN sehingga berdampak mundurnya investasi yang akan masuk ke Konawe Selatan.

Wakil Ketua DPRD Konawe Selatan yang juga bakal calon wakil Bupati Konsel , Senawan Silondae mengatakan, sejak awal tahun 2020, dia telah menyampaikan kepada koleganya di DPRD Konsel terkait Raperda RTRW Konsel jangan dikaitkan dengan pilkada. Pasalnya revisi Raperda RTRW Konsel sudah ada sejak 2017 lalu dan Raperda tersebut telah melewati sejumlah prosedur

“Saya terus terang sudah sampaikan dari bulan februari 2019 kemarin bahwa saya kemungkinan akan maju menjadi calon wakil bupati dan akan berhadapan dengan bupati di pilkada nanti. Tapi itu bukan hambatan untuk membahas RTRW, karena meskipun pandangan politik kita berbeda, tetapi untuk kemajuan daerah kita harus utamakan, dan itu sudah saya instruksikan ke anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Konsel,” kata Senawan

Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kabupaten Konawe Selatan itu mengatakan, sebelum dirinya memantapkan diri maju sebagai salah satu bakal calon wakil bupati mendampingi Rusmin Abd Gani. Dirinya telah menyampaikan kepada Anggota DPRD Konsel,

“Meskipun saya sudah berseberangan politik dengan pak Surunuddin Dangga, saya berharap jangan sampai menjadi penghambat revisi RTRW ini , karena itu demi kemajuan daerah,” tegasnya

Dia menambahkan, saat revisi RTRW mulai dibahas di tahun 2017, fraksi PDI Perjuangan termasuk salah satu yang menolak usulan revisi RTRW ini. Tetapi selama proses pembahasan dan pihaknya melihat ada peluang investasi yang cukup besar di Konsel sehingga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Sultra, khususnya di Konsel.

“Kami malah mendukung biar revisi RTRW ini bisa segera diperdakan, mengingat selain investasi ada juga penurunan kawasan hutan, terutama di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa, kasihan sebagian masyarakat di sana statusnya mereka masih tinggal di kawasan konservasi. Dalam revisi RTRW ini sudah diakomodasi disitu,” pungkasnya. (p2/b/aji)

Komentar Pembaca
   
.