-IKLAN-

Menuju New Normal, Sekolah Harus Garda Terdepan Penerapan Protokol Kesehatan

204

 

KENDARI, RAKYATSULTRA.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan sosialisasi penyuluhan dan pencegahan penyakit menular dan wabah virus corona dalam lingkup pendidikan, di Bumi Anoa.

Kali ini Dikbud Sultra melakukan pencegahan virus corona atau Covid-19 dan meninjau langsung implementasi new normal, di SMA N 2 Kapontori, Kabupaten Buton, Selasa (7/7/2020).

Kegiatan yang digelar melalui talk show virtual juga menghadirkan Ketua Pemuda Covid-19 Sulttra, Andi Baso A. Haq dan Kepala SMAN 2 Kapontori, Laode Muh. Aswid SPd.

Dikbud Sultra mendatangi langsung sekolah untuk melihat permasalahan di sekolah. Plt Kadis Dikbud Sultra, Asrun Lio menyebut ingin melihat langsung bagaimana persiapan sekolah menghadapi new normal.

“Banyak salah persepsi soal penerapan new normal initial. New Normal adalah kehidupan baru yang akan diterapkan di masyarakat, tetapi dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti tetap menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan,” katanya.

Berita terkait

Asrun Lio sempat mengamati sepanjang perjalanan dari Kendari, Konawe Selatan (Poros Moramo-Amolengo) hingga Kapontori, Buton, masyarakat sepertinya mengabaikan protokol kesehatan. Inilah katanya yang harus diperhatikan oleh masyarakat. Bahwa kehidupan normal bukan kembali seperti kehidupan biasa. Tetapi dalam menjalankan aktifitas sehari-hari harus menerapkan protokol kesehatan.

Pihak sekolah katanya menjadi garda terdepan penerapan protokol kesehatan saat new normal berjalan. Sekolah menjadi contoh bagi masyarakat. Sekolah juga adalah kaki tangan yang
bisa mengajarkan protokol kesehatan bagi masyarakat.

Asrun Lio juga menyebut kunjungan ke sekolah tidak terjadwal. Itu memang sengaja dilakukan, target sekolah bukan dalam kota saja. Tetapi sekolah di luar daerah. Setelah SMAN 2 Kapontori,
Dikbud selanjutnya akan ke Baubau dan Buton Selatan. Bisa jadi juga ke Pasarwajo kalau memungkinkan.

Sementara itu, Satgas Pemuda Covid-19, Andi Baso megatakan, ada persepsi masyarakat saat ini bahwa new normal ini adalah kembali seperti kehidupan biasa-biasa saja. Padahal new normal ini maksudnya adalah hidup normal baru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Tetap menjaga jarak, memakai masker, dan rajin cuci tangan. Kami juga terus mengajak seluruh Pemuda Sultra untuk memerangi covid-19. Mengajak semua elemen pemuda, Oganisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), kalau didn’t sekolah kita mengajak OSIS, PMR, atau Badan Eksekutif Mahasiswa di kampus-kampus untuk terus melawan covid-19. Jadi, mari kita tetap mengedepankan protokol kesehatan saat new normal diberlakukan,” katanya. (IS)

Komentar Pembaca

-IKLAN-

.