3.704 Guru Tidak Tetap Terima Tambahan Penghasilan

Tuntas Dibayarkan Dalam Sehari

141
Andi Nhana Asnawati Achmad

 

 

 

KENDARI – Kabar gembira menghampiri Guru Tidak Tetap (GTT) di Sulawesi Tenggara (Sultra). Pasalnya, sesuai yang dijanjikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan memberikan tambahan penghasilan kepada GTT, kini terwujud. Tepatnya pada Kamis (6/8/2020).

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, tambahan penghasilan dikirim langsung ke rekening masing-masing penerima.

Kepada awak media, Plt Kepala Dikbud Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD berharap, setelah menerima dana stimulis, GTT diharapkan dapat termotivasi dan terus melakukan proses belajar mengajar sesuai dengan prosedur selama masa pandemi.

“Ini diharapkan para GTT bisa termotivasi dan terus melakukan proses belajar mengajar, sesuai dengan prosedur pada masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Setelah menerima dana tambahan penghasilan tersebut, GTT juga akan menerima stimulus dari provinsi sebesar Rp 1 juta dalam minggu ini.

“Nanti juga setelah ini, bahkan tadi kita sudah rapat dengan pihak BPD, GTT juga akan menerima stimulus dari provinsi sebgai tambahan penghasilan mereka itu, sebesar Rp 1 juta. Mungkin dalam minggu ini akan masuk juga di rekening mereka setelah menerima insentif dari Januari hingga Juni. Kalau yang penghasilan tambahan itu kita sebut dengan stimulus dana Covid itu,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang GTK Dikbud Sultra, Andi Nhana Asnawati Achmad menambahkan, bahwa tambahan penghasilan untuk GTT yang mendapat SK Gubernur sudah dikirim baru-baru ini.

“Alhamdulillah sekitar pukul 12.00 Wita tambahan penghasilan GTT ini sudah masuk ke rekening masing masing. Adapun jumlah angggaran untuk 3.704 GTT itu sebesar Rp 8 miliar lebih. Pencairan ini mulai dari Januari hingga Juni,” terangnya kepada media.

Andi mengaku, mekanisme pencairan penghasilan tambahan GTT sudah sesuai prosedur dan petunjuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur sehingga Dikbud meminta setiap sekolah agar menyerahkan
daftar nama GTT.

“Ini sudah sesuai mekanisme karena setelah SK Gubernur turun, para GTT menandatangani kontrak. Kita meminta pihak sekolah agar menyerahkan daftar GTT. Setelah ada, semua GTT harus menandatangani perjanjian kontrak. Kemudian, GTT mengirim nomor rekening bank. Selanjutnya kami input dan verifikasi. Dengan jumlah tiga ribu lebih tentu memerlukan waktu yang lama. Apalagi bekerja dalam masa pandemi ini. Tapi alhamdulillah ini tepat waktu,” ungkapnya.

Perbulan, kata Andi, GTT akan merima penghasilan tambahan sebesar Rp 400 ribu per orang.

“Ini sebagai bentuk apresiasi kepada mereka karena telah memberikan pelajaran di sekolah yang kekurangan guru. Selain itu pemerintah sangat merespon keberadaan GTT ini dengan memberikan tambahan penghasilan, karena sebelumnya hanya menerima honor melalui dana BOS. Bahkan Kepala Dikbud Sultra selalu bertanya sudah sejauh mana prosesnya,” jelasnya.

Andi berharap, kedepan pemerintah dapat memberikan apresiasi lagi kepada para GTT. (r6/b/aji)

Komentar Pembaca
.