Geger, Penjual Bakso Keliling di Baubau Ditemukan Tewas Membusuk

77
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Baubau saat mengevakuasi mayat pedagang bakso keliling yang ditemukan tewas dirumah kosnya, Jumat (7/8/2020). Foto : LM Suharlin/Rakyat Sultra.

 

BAUBAU- Kota Baubau digegerkan dengan penemuan mayat seorang pemuda SA (45) warga Solo, Jawa Tengah. Pemuda yang kesehariannya menjajakan bakso keliling itu ditemukan membusuk di salah satu rumah kos di Kelurahan Kaobula, Kecamatan Batu Poaro, Kota Baubau, Jumat (7/8/2020) sekitar pukul 08.00 Wita.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, Muslimin Hibali menuturkan penemuan mayat tersebut merupakan informasi dari warga sekitar yang mencium bau menyengat di salah satu kamar kos di Kelurahan Koabula itu. Atas informasi tersebut pihaknya bersama Kapolres Baubau langsung menuju lokasi kejadian perkara (TKP).

“Kami dengar informasi itu langsung kami turun kelokasi untuk memastikan. Yang pasti ketika kelokasi tentunya kami harus mematuhi standar penanganan Covid-19 dengan menggunakan APD lengkap,” tuturnya.

Kata dia, di kamar kos tersebut pihaknya sempat kaget melihat kondisi mayat yang tekujur kaku dengan sejumlah luka bakar menghitam ditubuh SA itu. Diduga kuat korban tersengat listrik hingga membuatnya tewas seketika.

“Di samping korban ditemukan sejumlah kabel dan papan colokan yang dialiri arus listrik. Selain itu pula, ditelinga korban masih terpasang headset yang tersambung pada heanphone korban,” tambahnya.

Meski demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian Polres Baubau untuk mengidentifikasi penyebab kematian pedagang bakso keliling itu. Sehingga, saat itu pula korban langsung dibawa di RSUD Palagimata Kota Baubau untuk dilakukan outopsi.

“Karena korban tidak memiliki keluarga di Kota Baubau makanya kami langsung koordinasi dengan pangguyuban Jawa di Kota Baubau. Dan kami bersepakat untuk memakamkannya sesuai standar penanganan Covid-19. Hal itu dilakukan sebagai upaya kita bersama dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus Corona di Kota Baubau,” jelasnya. (m2/b/aji)

Komentar Pembaca
.