Ketua TP PKK Berharap Semua Posyandu Bisa Holistis Terintegrasi  

47
Sri Lestari Sulkarnain (depan). 

 

KENDARI – Puluhan Kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) Dinas Dalduk KB Kota Kendari menghadiri kegiatan refreshing kader penguataan kemitraan bersama kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan kader Bina Keluarga Lansia (BKL) tingkat Kota Kendari di Kantor Dinas Dalduk KB Kendari, Kamis (6/8/2020) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kendari, Sri Lestari Sulkarnain. Dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya kegiatan seperti ini akan memantapkan pengetahuan seluruh kader-kader KB , baik itu secara administrasi maupun secara teknis di lapangan dalam menjalankan tugasnya secara maksimal dan paripurna. Selain itu, Ibu-ibu yang berada di masyarakat baik ditingkat RT benar benar terpantau kondisi kesehatannya.

 

Dari 200-an Posyandu di Kota Kendari belum semuanya mengaplikasikan enam meja tapi dominan di lima meja, Dengan pertemuan hari ini dia berharap seluruh posyandu di Kendari bisa Holistik Integratif dengan BKB.

 

Dikatakan dia , Kalau hal tersebut dilaksanakan, maka masyarakat yang datang ke posyandu benar-benar merasakan dari apa yang semestinya mereka dapatkan sehingga hadir kemanfaatan.

 

“Bila posyandu sudah Holistik Integrasi , Insyaallah peserta posyandu kita ini akan termotivasi untuk datang , karena ada yang benar benar mereka dapatkan selain mengantar anak mereka imunisasi atau memeriksakan kehamilannya,” ucapnya.

 

Lanjut Istri orang nomor satu di Kota Kendari itu menuturkan bahwa di program BKKBN ada Tribina Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Kelompok Bina Remaja Balita (BKR) dan Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), kalau semua itu dilaksanakan maka akan luar biasa dampaknya yang dirasakan masyarakat Kota Kendari.

 

“Mulai dari program hamil, kemudian hamil, lahir kemudian balita, remaja apalagi lansia. Saat ini lansia menjadi catatan pemerintah pusat, karena jumlah lansia di Indonesia itu sudah sangat banyak,” ungkapnya.

 

Oleh karena itu dengan adanya BKB dan BKL ini membuat mereka benar benar di rasakan kehadirannya, dibutuhkan kehadirannya, “ mereka tetap dibutuhkan minimal doa mereka yang tidak pernah putus untuk anak anaknya , tapi dengan maksimalnya BKL ini maka kita semua bisa berkatifitas baik cucunya , anaknya dan lansia itu sendiri,” tandasnya.

 

Salain itu, Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Dalduk Kendari itu bertujuan untuk Meningkatkan Pengetahuan dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam meningkatkan mewujudkan lansia tangguh.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Kota kendari , Hj. Hasria, SKM.,M.AP mengatakan total peserta kegiatan sebanyak 330 peserta BKB dan dilaksanakan secara bertahap selama 10 hari.

 

“Mengingat kita harus tetap menerapkan protokol Covid , makanya perhari itu kita bisa 30 peserta saja per kecamatan,” sebutnya

 

Lanjut dia, peserta kegiatan ini terdiri dari ketua TP PKK di kecamatan, kelurahan dan anggota BKB yang merupakan 80 persen dari orang tua yang mempunya balita dan 20 persen merupakan kader KB.

 

Hj Hasriah , yang juga Ketua Hakli Kota Kendari itu berharap, nantinya setiap Posyandu harus wajib memiliki BKB untuk melakukan aktifitas mengembangkan motorik anak, mengajak anak berbicara.

 

“Jadi sesuai dengan penyampaian Ibu Ketua TP PKK Kendari, Saya berharap setiap Posyando ada BKB-nya , Holistik terintegrasi,” pungkasnya. (p2/b/aji) 

Komentar Pembaca
.