Menjaga Keamanan dan Mutu Pangan Yang di Konsumsi Masyarakat Bukan Hanya Tanggung Jawab BPOM

20
Kepala BPOM Kendari menjadi Narasumber Pada Pelatihan Sertifikasi Pengelola Industri Rumah Tangga.

 

 

KENDARI – Keamanan pangan merupakan salah satu isu yang berkembang di masyarakat. Keamanan pangan diselenggarakan untuk menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat.

 

Demikian kata Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan BPOM Kendari, Firdaus Umar S.Si., Apt., saat menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Sertifikasi bagi Pengelola Industri Rumah Tangga Pangan se-Kota Kendari yang digelar Seksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Dinkes Kota Kendari di Aula Dinkes Kota Kendari, Rabu (26/8/2020).

 

Acara yang dibuka resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kendari, dr Putu Agustin Kusumawati, didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Kendari Muslimin M.Kep., M.Kes itu berlangsung dua hari tersebut diikuti 70 pelaku usaha industri rumah tangga pangan yang ada di Kota Kendari.

 

Dalam paparannya, Firdaus menyatakan, untuk menjaga keamanan dan mutu pangan, ada tiga cemaran yang perlu hindari yakni, cemaran biologis, cemaran kimia dan cemaran fisik.

 

Dia mengatakan, makanan yang tidak aman dari segi kesehatan akan mudah membuat orang gampang sakit, kualitas fisik dan mental masyarakat menjadi rendah. Hal itu akan berdampak pada penjual dan pembuat makanan, sehingga tidak mendidik pembuat dan penjual makanan untuk bertanggung jawab mau bersaing secara jujur, adil dan tidak merugikan pembeli.

 

Berita terkait

“Nantinya makanan indonesia akan dikenal oleh dunia tidak baik sehingga tidak bisa bersaing dengan makanan negara lain,” ujar Firdaus.

 

Lebih jauh Firdaus menjelaskan, ada tiga pilar dalam mewujudkan keamanan pangan. Pertama, BPOM sebagai perpanjangan tangan pemerintah melalui fungsinya melakukan pengawasan sebelum dan sesudah produk pangan beredar.

 

Kedua, pihak industri juga harus menjamin mutu manfaat dan khasiatnya pangan baik yang dihasilkan dengan menerapkan cara produksi pangan yang baik. “Selain peran pemerintah dan industri, masyarakat juga wajib memilih produk pangan yang akan dikonsumsi serta menyikapi informasi yang beredar di masyarakat,” ucapnya.

 

Lanjut dia , apabila kemasan rusak, konsumen jangan membeli produk tersebut, karena saat kemasan rusak dan terbuka ada mikroba yang masuk.

 

“Pastikan wadah dalam keadaan baik, labelnya harus objektif, izin edarnya harus jelas, dan cek tanggal kadaluarsa di kemasan,” tukasnya.

 

Kepala BPOM Kendari mengajak masyarakat sulawesi tenggara menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih produk. “Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin edar, Kedaluarsa) setiap produk yang akan kita gunakan, baik pangan olahan yang dikemas, obat-obatan, kosmetika,obat tradisional dan suplemen kesehatan ” pungkasnya. (p2/b/aji) 

Komentar Pembaca
.